Pedagang Keliling Alami Penurunan Omzet Selama Pandemi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Sejumlah pedagang keliling di Lampung Selatan mengaku mengalami penurunan omset selama pandemi COVID-19. Hal tersebut dikarena adanya pembatasan aktifitas kantor dan lembaga pendidikan.

Cucung, salah satu pedagang mainan anak anak menyebutkan, sekolah tidak melakukan kegiatan belajar tatap muka sejak lima bulan terakhir. Normalnya ia langsung menuju ke lokasi di dekat sekolah tingkat SD hingga SMP. Sebab sejumlah permainan anak anak dominan dijual olehnya.

Warga asal Desa Sukamulya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan menyebutkan, ia terpaksa langsung berkeliling ke desa desa untuk mencari konsumen.

“Karena pangsa pasarnya tidak hanya anak anak saya juga menjual gunting, potongan kuku, sikat baju serta alat alat rumah tangga yang kerap dibutuhkan ibu rumah tangga,” terang Cucung saat ditemui Cendana News, Selasa (13/10/2020).

Saat sekolah masih melakukan kegiatan belajar tatap muka, Cucung kerap mendapat omzet hingga Rp500.000 per hari. Namun semenjak kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) omzetnya hanya maksimal Rp250.000 per hari.

Cucung menyebut berjualan dengan motor rombong kayu menjadi tumpuan baginya. Menurunnya omzet penjualan permainan berimbas setoran kredit motor miliknya tersendat.

“Saya mengajukan relaksasi kredit imbas penurunan omzet agar bisa tetap berjualan dan membayar setoran bulanan yang telah dikurangi,” terang Cucung.

Lestari, salah satu pedagang kue tradisional juga mengaku mengalami penurunan omzet. Sebelumnya penjualan terbanyak kerap berasal dari sejumlah sekolah. Sebab saat ia berkeliling ke sekolah ia mendapat pesanan dari guru, orangtua yang menunggu anak anak saat sekolah belajar tatap muka.

Lestari bilang kini ia memilih tetap berkeliling menjual kue tradisional ke sejumlah rumah warga. Pesanan dari sejumlah warga yang melakukan acara arisan, acara keluarga jadi sumber pemasukan baginya.

“Saat ini saya memilih mengurangi produksi kue tradisional menyesuaikan permintaan,” bebernya.

Kerap mendapat omzet Rp600.000 per hari kini ia maksimal mendapat omzet Rp400.000. Meski mengurangi kegiatan berjualan keliling, order dari sejumlah warga yang melakukan hajatan sebutnya masih memberi hasil baginya.

Pedagang kue keliling lain, Hasanah mengaku masih memiliki pelanggan tetap. Musim panen padi membuat permintaan kue tradisional masih stabil. Selama sekolah belum melakukan belajar tatap muka ia memilih menyetorkan kue ke pedagang di pasar yang dilakukan setiap Selasa dan Jumat untuk meningkatkan penjualan.

Lihat juga...