Pedagang Senang Taman Bunga ‘Merapi Garden’ Dibuka Lagi

Editor: Koko Triarko

BOYOLALI – Meningatnya kunjungan wisatawan di Taman Bunga ‘Merapi Garden’, beberapa minggu terakhir menjadi angin segar bagi warga masyarakat desa Samiran, Selo, Boyolali, Jawa Tengah. Warga yang sejak beberapa bulan terakhir mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19, kembali bergairah dan bisa mendapatkan pemasukan dengan bekerja di sektor pariwisata, di tengah masa new normal.

Karti (40), wanita warga desa setempat yang bekerja sebagai pedagang makanan dan minuman di kawasan Taman Bunga ‘Merapi Garden’, mengaku sudah 3 bulan lebih tak bisa berjualan akibat ditutupnya seluruh kawasan wisata selama pandemi. Hal itu makin diperparah dengan hancurnya harga komoditas pertanian yang membuat semua petani sayuran seperti dirinya merugi.

Karti (40), warga Desa Cerdas Mandiri Lestari Samiran, Karti, yang berjualan makanan dan minuman ringan di kawasan wisata Taman Bunga ‘Merapi Garden’, desa Samiran, Selo, Boyolali, Jawa Tengah. –Foto: Jatmika H Kusmargana

“Selain berjualan di sini, saya juga bertani sayur. Tapi, selama pandemi ini kan semua harga komoditas sayuran ambruk. Tomat yang biasanya laku dijual Rp4.000-5.000 sekarang hanya laku Rp300. Begitu juga wortel yang semula Rp2.000 sekarang hanya laku Rp300. Semua petani mengeluh. Apalagi, jika semua tempat wisata ditutup. Membuat kita tak bisa mendapat pemasukan sama sekali,” katanya, belum lama ini.

Kini, setelah masa new normal diberlakukan serta sejumlah lokasi wisata kembali dibuka, ia pun bisa kembali berjualan aneka dagangan, baik berupa minum ringan, makanan hingga oleh-oleh. Terlebih setelah tingkat antusiasme wisatawan untuk berlibur dan berwisata di kawasan Selo, Boyolali, sangat tinggi.

“Alhamdulillah, sejak wisata Taman Bunga Merapi Garden ini kembali dibuka, saya bisa kembali berjualan. Sehingga sangat membantu perekonomian keluarga yang hancur akibat pandemi,” katanya.

Dalam sehari, Karti mengaku bisa mendapatkan pemasukan Rp50-100 ribu. Pemasukan dari hasil berjualan itu akan makin meningkat saat memasuki masa akhir pekan, seperti Sabtu dan Minggu. Saat pengunjung sedang ramai-ramainya, ia bahkan mengaku bisa mendapatkan pemasukan hingga Rp400-500 ribu per hari.

“Sangat bersyukur bisa kembali berjualan disini. Kalau tidak, mau bagaimana lagi mendapatkan penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari?” ujar ibu dua anak ini yang juga istri seorang pedagang somai keliling itu.

Lihat juga...