Pelaku UKM di Bantul Sebut Banpres tak Berdampak Signifikan

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Sejumlah pelaku usaha kecil menengah dan mikro di kabupaten Bantul, mengaku program Bantuan Presiden (Banpres) Produktif bagi pelaku Usaha Kecil Mikro (UKM) sebesar Rp2,4 juta per orang, tak berdampak signifikan.

Indarsih, perajin tas kulit di kawasan sentra kerajinan kulit Manding, Bantul, yang mengaku telah menerima bantuan tersebut, menilai hal itu tidak serta merta mampu mendongkrak omzet penjualan usaha kerajinan tas kulit miliknya.

“Sebagian sudah ada yang menerima, sebagian ada yang belum. Saya sendiri sudah menerima, namun ya tidak berpengaruh. Omzet tetap sama saja turun sejak adanya Covid-19, dan sampai saat ini belum bisa pulih,” ungkapnya, Jumat (09/10/2020).

Puluhan perajin tas, sepatu maupun jaket di kawasan sentra kerajinan kulit Manding Bantul, termasuk Indarsih, mengaku mengalami penurunan omzet hingga 80 persen sejak adanya pandemi Covid-19 Maret, lalu. Jika biasanya dalam sehari mereka mampu memperoleh omzet Rp3-4 juta lebih, kini mereka hanya mampu mengantongi pemasukan Rp300-500ribu saja.

“Biasanya dalam seminggu saya bisa menjual 50 buah lebih tas kulit, tapi sejak adanya Corona, sangat sepi. Paling sehari hanya laku 1-2 buah. Kadang malah tidak laku sama sekali,” kesahnya.

Akibat penurunan omzet secara signifikan tersebut, Indarsih mengaku terpaksa menghentikan proses produksi kerajinan tas kulit miliknya. Ia juga memangkas jam operasional tokonya dari yang biasanya buka hingga malam hari, menjadi hanya sampai sore hari saja.

“Dua orang karyawan juga saya minta masuk secara bergilir. Jadi gantian, sehari masuk sehari libur. Karena memang usaha sedang sepi-sepinya. Biasanya itu setiap akhir pekan ramai pembeli dari luar daerah yang berkunjung ke Jogja, baik itu wisatawan atau pun kunjungan dinas. Namun, selama Covid-19 ini kan tidak ada sama sekali,” ungkapnya.

Karena tidak memiliki usaha lain kecuali pembuatan kerajinan tas dari bahan kulit tersebut, Indarsih mengaku hanya bisa pasrah menghadapi situasi saat ini dan berharap agar kondisi saat ini bisa kembali normal seperti sebelum-sebelumnya.

“Mau tidak mau, ya harus dijalani. Terus terang saya tidak punya harapan apa-apa pada pemerintah. Toh, tetap sama saja selama Covid-19 ini tidak hilang,” ungkapnya.

Di kawasan sentra kerajinan kulit Manding, Bantul, sedikitnya terdapat sekitar 30 orang pelaku UKM yang menggantungkan hidupnya dari usaha kerajinan kulit. Selama ini, mereka berjualan aneka produk olahan bahan kulit seperti sepatu, tas, jaket, dan sebagainya, yakni dengan cara dijual secara langsung oleh wisatawan yang berkunjung atau secara offline.

Dari jumlah tersebut, tak sedikit pelaku UKM di kawasan ini yang ternyata masih belum mampu menguasai sistem pemasaran maupun penjualan secara online. Sehingga, membuat mereka sulit berkembang dan bersaing dengan pelaku usaha di sektor industri serupa yang telah menerapkan sistem digital.

Lihat juga...