Pelestarian Pohon Efektif Minimalisir Kerusakan Pantai Timur Lamsel

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Kerusakan pantai Timur Lampung Selatan terus terjadi imbas abrasi. Hal tersebut berdampak pada lingkungan sekitar, seperti pohon tumbang hingga bangunan yang tinggal pondasi.

Rusli, warga Dusun Sumur Induk Desa Sumur Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan melakukan konservasi berbagai tanaman pesisir untuk mencegah abrasi pantai timur, Rabu (13/10/2020). Foto: Henk Widi

Berangkat dari kondisi tersebut, Rusli, salah satu warga di Desa Sumur Kecamatan Ketapang berinisiatif melakukan penanaman pohon pencegah abrasi. Vegetasi alami di pantai tersebut dominan pohon pedada, ketapang, kemiri laut, cemara laut. Berbagai jenis pohon tambahan ditanam meliputi kelapa hibrida, gading dan palem.

“Masyarakat yang dominan merupakan nelayan tangkap kerap menambatkan perahu di sekitar pantai pedada, sehingga keberadaan berbagai jenis pohon sebagai tempat tambat perahu usai melaut jadi harus menjaga kelestariannya,” terang Rusli saat dikonfirmasi Cendana News di pantai Pedada Desa Sumur, Rabu (14/10/2020).

Rusli bilang keberadaan sejumlah pohon di tepi pantai erat dengan kearifan lokal masyarakat nelayan. Penamaan pantai menjadi pantai Pedada sebutnya menyesuaikan vegetasi dominan pohon yang dikenal dengan perpak tersebut. Tanaman pohon khas pantai timur tersebut masuk kategori langka karena hanya tumbuh di area dominan berlumpur.

Pohon pedada memiliki perakaran tunjang dan akar napas yang kuat. Jenis pohon tersebut menjadi pendukung bagi berbagai jenis vegetasi tanaman lain yang lebih kecil. Jenis tanaman kangkung dan mawar air di sepanjang pantai ikut tumbuh dengan subur. Rusli menyebut pada sejumlah titik berbagai jenis tanaman rumput liar efektif menahan pasir dari gerusan air laut.

“Ada penambahan volume pasir pantai yang terjadi selama hampir lima tahun terakhir, pasir terikat oleh tanaman sehingga tidak terbawa lagi ke pantai,” cetusnya.

Pelestarian tanaman pedada terus dilakukan bersama tanaman lain bahkan semakin diperbanyak. Semua jenis tanaman tersebut diakui Rusli efektif mencegah abrasi gelombang.

Dukungan dari masyarakat untuk menjaga pohon sebutnya sangat penting. Sebab keberadaan pantai memiliki fungsi sebagai peneduh pada kawasan yang sekaligus menjadi objek wisata bahari itu.

“Kami akan melakukan penambahan tanaman produktif terutama jenis pohon buah mangga, alpukat, jambu yang cocok tumbuh di pesisir,” cetusnya.

Aliyun, warga sekaligus kepala dusun Sumur Induk menyebut mendukung upaya pelestarian pantai Pedada. Penanaman berbagai jenis pohon yang dilakukan terbukti efektif sehingga kerusakan bisa dicegah.

Ia menyebut pelestarian pepohonan vegetasi pantai akan terus dilakukan agar kondisi pesisir lebih stabil. Sebab posisi pantai yang ada saat ini telah bergeser dari titik semula sejauh 50 meter lebih. Pengelolaan pantai yang baik oleh masyarakat berpotensi mengembalikan bibir pantai lebih jauh. Penataan pantai sekaligus menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat setempat untuk objek wisata dan tambatan perahu nelayan.

Lihat juga...