Pemakaman dengan Protokol Covid-19 di TPU Pedurenan, Meningkat

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Ketersediaan lahan pemakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Padurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, untuk korban Covid-19, dipastikan masih aman.  

Kepala UPTD TPU, pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Yayan Sopian, meskipun jumlah pemakaman korban Covid-19 terus meningkat setiap harinya sejak Agustus 2020, tapi lokasi pemakaman masih aman.

Diketahui, dari 12 hektare lahan di TPU Padurenan, untuk lahan pemakaman korban Covid-19 mencapai 6.000 meter persegi, terbagi atas kuburan muslim 4.000 meter persegi, dan nonmuslim ada 2.000 meter persegi. Sampai saat ini baru terpakai sekira 1.500 meter persegi.

Yayan Sopian, Kepala UPTD Pemakaman TPU Pedurenan, Bekasi, Senin (5/10/2020). –Foto: M Amin

“Total sampai hari ini, 5 Oktober, jumlah keseluruhan yang dimakamkan mencapai 438 jenazah, dengan rincian positif sesuai diagnosa 171, pemakaman  penyakit menular/khusus secara protokol 267 pemakaman,” ungkap Yayan Sopian, kepada Cendana News, Senin (5/10/2020).

Dikatakan, jumlah tersebut adalah jenazah yang langsung dikirim dari berbagai rumah sakit di wilayah Kota Bekasi. Selama Oktober saja, imbuhnya, ada sudah 26 jenazah dimakamkan, menggunakan protokol Covid-19.

Ia menjelaskan, jenazah itu didatangkan secara berkala. Dalam satu hari, pihaknya bisa menerima jenazah Covid-19 hingga lima sampai tujuh. Diakuinya, pada 1 Oktober 2020, TPU Pedurenan menerima enam jenazah dalam satu hari.

Kemudian, keesokannya pada 2 Oktober, lima jenazah, lalu hari selanjutnya enam jenazah, dan tanggal 4 Oktober ada tujuh jenazah yang dimakamkan dalam sehari.

“Hari ini saja ada dua pemakaman di TPU Pedurenan, satu keterangan terkonfirmasi positif Covid-19 dari RS Awal Bros dan satu dari Rumah Sakit Umum Kota Bekasi dengan keterangan penyakit menular,” ujarnya.

Lahan penguburan jenazah terkonfirmasi Covid-19 terbagi dari beberapa lahan. Untuk pemakaman pasien Covid-19 bagi umat nonmuslim berada di Blok B, sedangkan umat muslim itu ada di dua blok, yaitu, D dan K.

Yayan menambahkan, untuk blok B lokasi pemakaman nonmuslim masih tersedia. Sementara di lokasi pemakaman umat muslim pada Blok D sudah penuh. Dan, blok K masih bisa menampung saat ini, blok K sudah hampir terisi 100 jenazah.

Peningkatan jumlah pemakaman di awal Oktober, diakui oleh Yanto, salah seorang penggali kubur. Dia mengakui, tim harus bekerja ekstra untuk menyiapkan kuburan.

“Sekarang agak enak, karena sudah sering hujan. Kalau sebulan lalu, cangkul sering patah karena lahan kering dan keras,” ujarnya, mengaku sedih melihat pemakaman protokol Covid-19.

Lihat juga...