Pembayaran Kredit ‘Modal Kita’ di KSU Derami Padang, Stabil

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Pelaku usaha yang menikmati pinjaman Modal Kita dari Yayasan Damandiri terpantau masih berjalan produktif. Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang juga mengatakan bahwa kredit macet berada di angka 2 persen.

Manajer Modal Kita KSU Derami Padang, Margono Okta, mengatakan, dengan kondisi NPL di angka 2 persen maka situasi UMKM yang telah menikmati pinjaman dari Modal Kita dalam keadaan baik-baik saja.

“Pembayaran masih lancar meski Covid-19 telah mengganggu perekonomian, begitu juga dengan usaha mikro yang menjadi target Modal Kita. Mereka masih patuh dalam pembayaran kreditnya,” kata Meno ketika dihubungi Cendana News di Padang, Selasa (27/10/2020).

Menurutnya, ada hal yang mengkhawatirkan terkait memberikan pinjaman modal usaha kepada pelaku usaha mikro dalam situasi Covid-19 ini. Tapi setelah dijalani ternyata berjalan lancar.

Hal itu tidak terlepas dari motivasi dan optimisme yang terus dipupuk oleh KSU Derami terhadap pelaku usaha yang menjadi nasabah dari Modal Kita. Karena Modal Kita itu tidak hanya soal memberikan pinjaman, juga menjadi tempat diskusi bersama masyarakat.

“Memang ada juga yang curhat terkait kondisi mereka. Kita pun memberikan solusi, dan alhamdulillah sejauh ini berjalan dengan lancar, baik dari sisi pembayaran maupun dari kondisi usaha,” ungkapnya.

Bukti situasi di KSU Derami Padang baik-baik saja, pada bulan Agustus dan September 2020 belum lama ini telah menambah jumlah kelompok atau Posdaya. Tujuannya agar usaha masyarakat cepat tumbuh di tengah pandemi ini.

“Ada 4 kelompok baru yang kita dirikan dalam jangka waktu dua bulan itu. Masing-masing kelompok ada anggota 20 orang, dan menjalani berbagai jenis usaha,” jelasnya.

Meno mengungkapkan, 4 kelompok baru itu pun kini pelaporan pembayaran juga bagus dimana tidak terjadi tunggakan. Dengan demikian, KSU Derami pun bisa fokus untuk terus menjangkau usaha yang belum menikmati pinjaman dari Modal Kita.

“Ke depan tentunya akan terus kita perluas kelompok Modal Kita itu, asalkan dana kita cukup. Saya pun berharap hingga penutupan tahun ini, NPL bisa di bawah angka 2 persen,” harap dia.

Ketua KSU Derami, Gusti Ayu Ratniati, menambahkan, penyaluran pinjaman di masing-masing kelompok Rp15 juta per pekan. Kini ada sekitar 34 kelompok Modal Kita di bawah pengawasan KSU Derami Padang.

“Memang pembayaran tetap bagus meski ada Covid-19. Setelah kami pantau di lapangan, ternyata usaha masih jalan,” sebut dia.

Ayu mengaku, cara jitu yang dilakukan oleh UMKM kini adalah mencoba beralih jenis usaha. Di mana dulu berdagang makanan ringan di sekolah dan sekolah kini tutup, menjadi menjalani usaha gorengan di pinggiran jalan.

Begitu juga soal industri rumahan, yang dulu meletakkan bawang di mini market, kini merambah pemasaran ke sistem penjualan secara online. Dan hasilnya, ternyata mereka menikmati penjualan yang cukup bagus.

“Nah inilah kondisi UMKM di Padang yang telah kita bantu melalui pinjaman tanpa agunan itu. Usaha masih jalan dan kreditnya pun lancar,” tegas Ayu.

Lihat juga...