Pembukaan Jalan Tertutup Longsor di Cianjur Terkendala Minimnya Alat Berat

Petugas BPBD Cianjur, Jawa Barat, mengawasi warga yang melintas di atas jalan penghubung antar desa yang masih tertutup longsor karena minimnya alat berat untuk menyingkirkan material longsor di Kecamatan Leles, Rabu (7/10/2020) – Foto Ant

CIANJUR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat, masih terus berupaya membuka akses jalan tertutup tanah longsor yang ada di Kecamatan Cijati, Leles dan Agrabinta.

BPBD Cianjur mengimbau, warga di sekitar lokasi berbahaya dan berpotensi mengalami longsor, untuk mengungsi ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dan lama. “Upaya membuka kembali jalan masih terkendala minimnya alat berat, namun sebagian kecil akses jalan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua, setelah relawan, warga dan aparat setempat dengan alat seadanya berhasil menyingkirkan material longsor di wilayah Cijati dan Leles,” kata Sekretaris BPBD Cianjur, Irfan Sopyan, Rabu (7/10/2020).

Alat berat yang diturunkan untuk membuka kembali akses jalan penghubung utama Leles-Cijati, masih menggunakan dua alat berat milik Dinas PUPR Cianjur, yang sebelumnya difungsikan untuk membersihkan material sampah sisa banjir. Saat ini alat berat tersebut difokuskan untuk membuka akses jalan yang tertutup longsor, dengan ketinggian beragam mulai dari satu meter hingga tiga meter.

Material longsor berupa bebatuan bercampur pohon berbagai ukuran, disebutnya sangat menyulitkan petugas dalam melakukan pembersihan. “Meskipun belum ada tambahan, namun hasil kordinasi dengan dinas, provinsi akan menurunkan alat berat dari arah Agrabinta, untuk mempercepat proses evakuasi material longsoran yang menutup akses jalan,” tandasnya.

Sedangkan terkait penyaluran bantuan, BPBD Cianjur telah berkoordinasi dengan sejumlah komunitas kendaraan bermotor off road, yang dapat melintas di jalur berlumpur sekalipun. Harapannya, bantuan dapat sampai ke wilayah yang terisolir, karena material longsor baru sebagian kecil dapat disingkirkan.

Terkait masih tingginya intensitas hujan terutama menjelang sore, warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi, jika hujan turun deras dengan intensitas lama. Hal tersebut untuk menghindari jatuhnya korban, ketika longsor susulan dan banjir kembali terjadi.

“Relawan Tangguh Bencana (Retana) disiagakan 24 jam, untuk memantau dan mengimbau warga serta melakukan mitigasi ketika bencana alam kembali terjadi. Masih tingginya curah hujan sepanjang pekan ini, membuat kami tidak berhenti mengimbau warga untuk waspada,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...