Pemeriksaan Sampel ‘Swab’ NTT di Lab Diminta Dipercepat

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Pemeriksaan sampel swab dari 21 kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di laboratorium RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang diminta dipercepat agar hasilnya bisa segera diketahui satu hingga dua hari setelah sampel diterima.

Lambatnya pemeriksaan sampel  dan hasilnya belum dapat diketahui dengan segera ditakutkan akan menimbulkan transmisi lokal mengingat orang yang positif Covid-19 telah berinteraksi dengan keluarga dan masyarakat luas.

“Harus cepat supaya bisa segera diketahui dan dilakukan penelusuran warga yang kontak erat dengan orang yang positif Covid-19,” harap Yohanes A.J. Lioduden, warga Kota Maumere, saat ditemui Cendana News, Jumat (2/10/2020).

Yohanes A.J. Lioduden saat ditemui di rumahnya, Jumat (2/10/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Yani sapaannya berharap agar Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 meminta kepada warga yang telah diambil sampel swab-nya agar melakukan karantina mandiri sambil menunggu hasil pemeriksaan diketahui.

Ia menyebutkan langkah ini penting dilakukan agar bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan mencegah terjadinya transmisi lokal mengingat masih banyak warga yang belum menerapkan protokol kesehatan secara benar.

“Kita harus memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan tidak melaksanakan kegiatan yang melibatkan banyak orang baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat ,” imbaunya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus membenarkan ada keterlambatan waktu penerimaan sampel dan pemeriksaan sehingga hasil yang diterima lama.

Petrus mengatakan dirinya sudah menyampaikan hal tersebut kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT agar provinsi harus mengantisipasi percepatan waktu pemeriksaan sampel swab kedepannya.

“Pemerintah Provinsi NTT sedang mempersiapkan laboratorium pemeriksaan di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang dan sebuah laboratorium swasta sehingga nantinya ada 3 laboratorium ,” ungkapnya.

Ia menyebutkan langkah ini diambil mengingat antrean sampel swab untuk diperiksa di laboratorium bilogi molekular RSUD Prof.Dr.W.Z. Johannes Kupang mencapai ribuan sampel.

Petrus juga menyebutkan, ruang isolasi Covid-19 di 13 Puskesmas yang ada di beberapa wilayah Kabupaten Sikka sudah siap dipergunakan dan nanti setiap ruang isolasi akan disiapkan 2 tempat tidur sehingga total ada 26 tempat tidur.

“Dengan adanya 3 buah laboratorium pemeriksaan sampel swab diharapkan hasil pemeriksaan sampelnya bisa cepat diperoleh dan diumumkan. Dari 59 sampel yang telah dikirim, baru 11 yang diperiksa,” ungkapnya.

Lihat juga...