Pemerintah Ajak Pengusaha Jerman Investasi di Indonesia

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto memanfaatkan momentum Asia-Pacific Conference of German Business (APK) untuk mengajak para pengusaha asal Jerman berinvestasi di Indonesia.

Dalam forum yang dihelat secara virtual, Senin (19/10/2020) tersebut, Airlangga mengatakan iklim investasi di Indonesia semakin membaik menyusul telah disahkannya Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja.

“Inilah saat yang tepat bagi kedua negara untuk memanfaatkan momentum. Saya mengundang komunitas bisnis dan industri Jerman untuk menjadi mitra investasi kami dalam mendukung dan mengembangkan transformasi ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Airlangga menyatakan, dengan berinvestasi di Indonesia, para pengusaha tidak hanya dapat memanfaatkan potensi Indonesia, tetapi juga mendapatkan keuntungan dari lokasi strategis Indonesia di jantung pasar yang berkembang di Asia Timur dan Tenggara.

“Yang terpenting, ini juga akan menempatkan Jerman di garis depan dalam upaya kawasan menuju pemulihan ekonomi dan transformasi ekonomi,” tandasnya.

Lebih lanjut, Airlangga mengapresiasi hubungan ekonomi bilateral Indonesia-Jerman yang tetap berada di lintasan pertumbuhan yang tepat, sesuai Deklarasi Jakarta tahun 2012. Meski terjadi pandemi, Indonesia dan Jerman berhasil mencatatkan nilai perdagangan 3,6 miliar USD pada Januari hingga Agustus 2020.

“Ini artinya hanya sedikit menurun -8,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebelum pandemi. Indonesia juga mencatat investasi Jerman lebih dari 1 miliar USD pada periode 2015-2020, di mana ada sekitar 250 perusahaan Jerman yang beroperasi di Indonesia,” papar Airlangga.

Selain itu, Airlangga mengungkapkan bahwa indikator ekonomi terbaru Indonesia telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan, antara lain: Purchasing Manager’s Index (PMI) yang turun menjadi 28 poin sekitar Maret 2020, rebound menjadi 51 poin pada Agustus 2020.

Selain itu, konsumsi juga meningkat pada bulan Agustus (ke -10,1), dan neraca perdagangan Indonesia surplus 5,4 miliar dolar AS selama semester I 2020. Hingga Agustus 2020, surplus tercatat sebesar 2,3 miliar Dolar AS.

“Seiring dengan pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional, pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa kesehatan masyarakat tetap terjaga dan senantiasa akan ditingkatkan,” pungkasnya.

Lihat juga...