Pemerintah Tetapkan 11 Provinsi Prioritas Vaksinasi Covid-19

Editor: Koko Triarko

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat memberikan laporan kerja mingguan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) di gedung Satgas Covid-19, di Jakarta, beberapa waktu lalu. -Humas Kemenko Perekonomian

JAKARTA – Pemerintah telah menetapkan 11 provinsi prioritas vaksinasi berdasarkan tingkat risiko penyebaran Covid-19 terbesar, yakni DKI Jakarta, Sumatra Utara, Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Aceh, Papua dan Papua Barat. 

“Pada saat pelaksanaan vaksinasi akan terus dievaluasi lagi, daerah mana yang memiliki tingkat risiko yang tinggi. Itu nanti juga akan dievaluasi terkait efektivitasnya,” ujar Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Airlangga mengungkapkan, hingga saat ini pemerintah telah menjalin kerja sama dengan 4 produsen vaksin, yaitu Sinovac, Sinopharm/G42, Cansino, dan Astra Zeneca. Selain jalur kerja sama internasional, pemerintah juga mengembangkan melalui jalur mandiri, yaitu Virus Merah Putih.

“Jumlah total kandidat vaksin yang sangat berpotensi untuk dapat disediakan di Indonesia adalah sekitar 300 juta dosis, yang diperuntukkan bagi sekitar 160-185 juta orang. Angka ini masih sangat dinamis, karena masih dalam tahap finalisasi dan sangat tergantung dari ketersediaan vaksinnya,” tandas Airlangga.

 

Lebih lanjut Airlangga memastikan, bahwa pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19, dan dielaborasi lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes).

“Tahapan awal vaksinasi diperuntukkan bagi garda terdepan, yaitu Tenaga Medis dan Paramedis contact tracing, TNI/Polri, Satpol PP, serta pelayanan publik di Bandara, Pelabuhan, Pemadam Kebakaran, dan lain-lain,” tukas Airlangga.

Dalam keterangan yang sama, Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mengimbau agar masyarakat tetap disiplin menerapkan 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker) meskipun vaksin Covid telah diproduksi.

“Protokol kesehatan tetap harus dijalankan, karena proses vaksinasi membutuhkan waktu bertahap. Apalagi, pekan depan kita akan menghadapi libur panjang. Jangan sampai ada peningkatan jumlah kasus. Untuk itu, 3M adalah hal terpenting yang harus kita lakukan,” kata Doni.

Doni menambahkan pentingnya kolaborasi Pentahelix yang berbasis komunitas. Kerja sama dan kerja keras dari seluruh komponen yang ada di daerah juga merupakan hal yang dibutuhkan.

“Semoga kita benar-benar bisa segera melalui masa sulit ini, dan bersama membenahi pola hidup yang lebih sehat, bersih dan tenang. Kita berharap dapat memasuki kehidupan baru dengan kesadaran baru,” pungkas Doni.

Lihat juga...