Penampungan Digrebek, BP2MI Temukan 26 Calon PMI Diduga Ilegal

CIREBON – Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggerebek sebuah penampungan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diduga, ilegal di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

“Penampungan yang kami temukan ini jelas tidak resmi atau ilegal, karena perseorangan tidak boleh melakukan penampungan kepada calon pekerja migran,” kata Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, di Cirebon, Sabtu (17/10/2020) malam.

Penggerebekan dilakukan, setelah BP2MI mendapatkan laporan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), yang menemukan keberadaan penampungan PMI yang diduga ilegal. Penampungan yang digerebek oleh BP2MI tersebut terletak di tiga rumah yaitu di, Perumahan Roro Cantik Plumbon, Desa Karangasem dan Perumahan Kejuden, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Benny mengatakan, penampungan ilegal tersebut sangat tidak layak dihuni.  Di dalam satu rumah yang sempit dan kotor, harus ditempati oleh puluhan orang. “Dari tiga lokasi ada 26 orang yang ditampung dan dijanjikan akan diberangkatkan ke luar negeri,” ujarnya.

Dari hasil wawancara sementara, BP2MI membawa enam orang korban atau calon pekerja migran yang telah lama berada di tempat tersebut. “Kita bawa enam orang yang sudah dijanjikan satu tahun lamanya akan berangkat ke luar negeri,” katanya.

Dalam penggerebekan tersebut puluhan calon pekerja migran ditempatkan di rumah yang memang sangat sempit dan kotor. (Ant)

Lihat juga...