Penerapan AKB Bekasi, THM Tak Patuh Diminta Disanksi

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Rahmat Effendi, memerintahkan Dinas Pariwisata dan Budaya memberikan sanksi tegas bagi pelaku usaha tempat hiburan malam (THM) yang tidak mematuhi aturan selama penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB).

“Beri sanksi tegas bagi pelaku usaha yang masih belum melaksanakan peraturan yang diberlakukan selama AKB di wilayah Kota Bekasi,” ungkap Rahmat Effendi, dalam pengarahan terkait monitoring tempat hiburan di GOR Chandra Baga, Selasa (13/10/2020).

Dia juga meminta pengecekan tempat hiburan malam dilakukan secara berkala, tidak hanya terkait protokol kesehatan tapi juga meliputi izin mendirikan usaha. Jika ditemukan belum memiliki izin agar segera di urus sehingga memiliki payung hukum yang wajib dalam usaha.

“Harus di koordinasikan dengan wilayah setempat dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu mengenai izin usahanya,” tukasnya.

Sementara ini, Surat Edaran Nomor:  440/6271/Setda.Tu mengenai penerapan protokol kesehatan tempat hiburan dan lainnya, dalam surat edaran wali kota untuk menegaskan kembali pada pukul 21.00 WIB terkecuali yang telah diatur dalam surat edaran tersebut antara lain seperti klab malam, bar, dan karaoke pada pukul 16.00 – 23.00 WIB.

Kemudian tempat biliard beroperasi hingga mulai pukul 12.00 sampai pukul 23.00. Sementara tempat permainan anak pukul  mulai 12.00 – 23.00. Untuk gedung pertemuan mulai 08.00 sampai pukul 21.00 WIB.

Dia berharap untuk monitoring di wilayah agar memperhatikan dengan tegas kepada pelaku usaha tanpa terkecuali termasuk yang usaha 24 jam untuk menutup usaha pada 21.00 WIB.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Bekasi, Cecep Miftah mengatakan dalam penegasan kepada para pengusaha sudah semaksimal mungkin dievaluasi monitoring yang dilakukan tim bersama wilayah.

Pada saat ini, jelasnya masih di Kecamatan Bekasi Selatan yang dilakukan pantauan karena tempat usaha atau tempat hiburan banyak di daerah Galaxy.

Dikatakan bahwa selama memonitoring mereka juga telah menerapkan protokol kesehatan akan tetapi untuk masalah waktu, bahwa tim sudah berupaya untuk menginstruksikan menutup pada jam yang telah ditentukan.

“Masih ada pelaku usaha yang masih ngeyel untuk membuka, dengan hal ini kami akan langsung menyegel tempat pelaku usaha yang seperti itu,” jelasnya.

Dirinya mengucapkan sementara ini masih diprioritaskan membenahi pemberlakuan protokol kesehatan dan jam yang telah ditentukan di daerah Galaxy, Kecamatan Bekasi Selatan yang juga mengkoordinasikan kepada camat dan lurah setempat untuk ikut me-monitoring wilayahnya.

Diketahui Pemerintah Kota Bekasi mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 440/6271/Setda.TU tanggal 12 Oktober 2020 tentang Pelaksanaan Protokol Kesehatan Penanganan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 pada Sektor Jasa Usaha Kepariwisataan , Hiburan dan Perdagangan (Area Publik) dalam ATHB Virus Corona di Kota Bekasi.

Melalui surat edaran terserbut disampaikan hal sebagai berikut terhitung sejak tanggal 12 Oktober 2020 Pemerintah Kota Bekasi kembali pada standarisasi protokol kesehatan seperti pada tempat fasilitas usaha jasa kepariwisataan serta hiburan, waktu operasional, pasar tradisional dan pasar swasta serta kegiatan usaha perdagangan dan jasa.

Lihat juga...