Penggunaan Aplikasi Trace Digital Belum Efektif di Indonesia

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Pemanfaatan teknologi dalam tindakan tracing atau pelacakan kontak erat telah dilakukan oleh beberapa negara untuk merekam interaksi dan melacak jejak penggunanya. Di Indonesia sendiri, sudah ada aplikasi sejenis, yaitu Peduli-Lindungi. Hanya keefektifannya masih jadi pertanyaan.

Koordinator Data Kawal COVID19 Ronald Bessie menyatakan, penggunaan aplikasi digital dalam meningkatkan tracing memang masih belum menunjukkan hasil yang signifikasi di Indonesia.

“Memang banyak yang mendownload tapi tingkat penggunaannya masih rendah,” kata Ronald dalam acara talkshow online, Jumat (30/10/2020).

Ia juga menyebutkan ada beberapa lokasi dan instansi yang sudah mengaplikasikan sistem digital tapi masih bersifat lokal pada satu tempat saja.

“Ada pemda yang sudah mengaplikasikan sistem deteksi digital tapi belum diimplementasikan secara luas,” imbuhnya.

Untuk meningkatkan penerimaan masyarakat, Ronald menyebutkan pertimbangan untuk pengadaan insentif yang bisa dikonversikan pada pembelanjaan barang oleh masyarakat.

“Mungkin bisa dibantu dengan memberikan insentif atau potongan untuk transaksi tertentu. Misalnya, jika selalu menggunakan aplikasi secara aktif maka akan mendapatkan insentif untuk berbelanja,” ujarnya.

Senior Advisor on Gender and Youth, World Health Organization (WHO) Dian Saminarsih menyatakan keberhasilan penggunaan aplikasi dalam melakukan pelacakan kontak erat atau untuk mengetahui aktivitas warga hanya memberikan hasil optimal pada negara yang memiliki literasi kesehatan dan literasi digital yang tinggi.

“Kalau untuk Indonesia, saat ini menurut saya memungkinkan untuk dipraktikan di kota besar. Walaupun memang masih harus dilakukan nagging dan reminder secara online juga,” kata Dian.

Sementara untuk daerah yang lebih rendah tingkat literasi digitalnya, mungkin bisa dilakukan reminder secara offline dengan melibatkan lembaga atau komunitas.

“Sebagai contoh di negara-negara Eropa, jika aplikasi mereka terlihat tidak aktif, maka akan ada reminder di perangkat digital kita untuk melakukan re-fresh. Sehingga orang akan terdorong untuk terus mengaktifkan, agar tidak mendapatkan reminder,” pungkasnya.

Lihat juga...