Penghitungan Perolehan Suara Pilkada 2020 Jember Gunakan Sirekap

KPU Jember menggelar rapat koordinasi tentang koordinat titik TPS dan pengenalan Sirekap dalam Pilkada Jember yang digelar di aula KPU Kabupaten Jember, Rabu (28/10/2020) – Foto Ant

JEMBER – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap), untuk proses penghitungan perolehan suara Pilkada 2020.

“Hari ini kami menyosialisasikan Sirekap kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), agar mereka memahami aplikasi tersebut dan prosesnya,” kata anggota KPU Jember, Achmad Susanto, dalam rapat koordinasi pengenalan Sirekap pilkada dan penentuan titik koordinat TPS di aula KPU Jember, Rabu (28/10/2020).

Menurutnya, Sirekap adalah instrumen yang digunakan KPU, untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Termasuk untuk mengurangi tingkat kesalahan, mempersingkat waktu, dan menjaga kemurnian hasil penghitungan suara.

Sirekap dirancang menggunakan teknologi Optical Character Recognition (OCR) dan Optical Mark Recognition (OMR), yang dapat mengubah objek tulisan angka dan tanda dalam gambar, menjadi karakter angka. “Sirekap akan dijalankan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Tempat Pemungutan Suara (TPS), sehingga kami minta PPK menyampaikan hal itu kepada petugas KPPS untuk memahami teknologi tersebut,” tuturnya.

Petugas di TPS, bertanggung jawab memotret formulir model C.KWK atau kertas yang berisi data perolehan suara pasangan calon, kemudian mengunggahnya ke aplikasi Sirekap. “Penggunaan aplikasi Sirekap lebih efisien, karena akan memangkas tenaga dan waktu petugas dalam melakukan rekapitulasi perolehan suara di Pilkada Jember,” jelasnya.

Untuk itu, KPU Jember juga berkoordinasi untuk penentuan titik koordinat TPS, dalam rangka memastikan kondisi akses internet, sehingga tidak ada kendala dalam penggunaan aplikasi Sirekap nanti. “Proses rekapitulasi pada Pilkada Jember memakai aplikasi Sirekap, sebagai upaya memanfaatkan teknologi untuk kemudahan tahapan penyelenggaraan pemilu,” tandasnya.

KPU menggunakan Sirekap karena merupakan pembaruan dari Sistem Penghitungan Suara (Situng), yang digunakan KPU dalam pemilu sebelumnya. Sistem itu dinilai mampu menggantikan rekapitulasi manual, yang sering dilakukan secara berjenjang dalam pemilu. Dengan aplikasi tersebut, KPU dapat memberikan informasi hasil pemilu secara cepat, akurat, dan transparan kepada masyarakat.

Pilkada Jember diikuti oleh tiga pasangan cabup-cawabup yakni Faida-Dwi Arya Nugraha Oktavianto (nomor urut 1), Hendy Siswanto-M Balya Firjaun Barlaman (nomor urut 2), dan Abdus Salam-Ifan Ariadna Wijaya (nomor urut 3). Jumlah pemilih tetap Pilkada Jember 2020 sebanyak 1.825.386 pemilih, dengan rincian 902.327 pemilih laki-laki dan 923.059 pemilih perempuan. Pemungutan suara akan dilakukan di 4.752 TPS. (Ant)

Lihat juga...