Pengolahan Tepat Bahan Pangan Bermanfaat Bagi Kesehatan

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Tren mengonsumsi makanan cepat saji (fast food) tanpa aktivitas olahraga berimbas timbulnya penyakit tidak menular (PTM) pada manusia. Beberapa bahan pangan sederhana dapat dijadikan sebagai alternatif asupan gizi yang berguna bagi kesehatan tubuh.

Samsu Rizal, Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang menyebut beberapa bahan pangan sederhana bisa berguna untuk kesehatan tubuh. Tidak perlu mahal, bahan pangan dari kebun bisa jadi asupan gizi.

Menurut Samsu Rizal, potensi timbulnya PTM imbas pola makan tidak tepat berpotensi mengganggu kesehatan. Gangguan kesehatan yang kerap dialami meliputi hipertensi, diabetes, ginjal, jantung, kanker. Pola perilaku yang berpotensi terkena risiko penyakit tidak menular dengan menjaga asupan bahan makanan sehat dan seimbang.

Pemilihan jenis bahan pangan tepat meski sederhana sebutnya mendukung pengurangan PTM. Pilihan yang bisa dijadikan varian untuk menjaga bahan makanan sehat berupa sumber karbohidrat. Jenis tanaman umbi seperti ubi jalar, singkong, talas, uwi dan buah segar jenis pisang, semangka, melon bisa dimanfaatkan untuk variasi bahan makanan.

“Sejumlah bahan makanan,minuman pada zaman modern saat ini cukup banyak pilihan namun perlu dilakukan pemilahan yang tepat menghindari sejumlah penyakit tidak menular imbas makanan dan perilaku tidak sehat,” terang Samsu Rizal saat ditemui Cendana News, Jumat (9/10/2020).

Samsu Rizal, saat kegiatan Musrembangdes di Desa Bangunrejo, Jumat (9/102020). -Foto Henk Widi

Sebagai langkah memanfaatkan bahan pangan yang sehat, pengolahan tepat sebut Samsu Rizal harus dilakukan. Saat ini singkong banyak dikenal generasi muda dalam bentuk olahan keripik. Pengolahan keripik dengan sistem menggoreng, memberi asupan bumbu, zat pewarna kerap lebih menarik. Namun pengolahan dengan perebusan berpotensi mempertahankan nilai gizi.

Singkong sebagai salah satu bahan pangan sebut Samsu Rizal bisa diolah dengan berbagai varian. Selain direbus oleh sebagian warga bisa diolah menjadi kue tradisional kue lemet, kerupuk opak, gaplek hingga beras singkong. Sebagai bahan makanan kaya serat,rendah kalori singkong bisa jadi alternatif penderita masalah pencernaan.

“Saat ini beras singkong atau tiwul kerap jadi alternatif penderita diabetes yang mengurangi konsumsi nasi,” bebernya.

Bahan makanan selain singkong yang kerap jadi alternatif asupan gizi adalah pisang dan talas. Sebagai wilayah yang masih tercatat sebagai locus stunting atau wilayah yang memiliki anak balita alami gizi buruk, intervensi bahan pangan ikut menurunkan angka gizi buruk. Dua desa locus stunting meliputi Bangunrejo dan Kemukus sebutnya melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Kesehatan menghilangkan stunting.

“Intervensi melalui sosialisasi penyiapan berbagai bahan pangan yang memiliki nilai gizi dan bisa diperoleh dari pekarangan terus dilakukan,” cetus Samsu Rizal.

Hasil pertanian sebagai sumber makanan sederhana sebutnya bisa menjadi asupan gizi yang sempurna. Sebagi variasi untuk menarik minat anak dan orang dewasa dalam mengonsumsi bahan pangan jenis singkong, ubi jalar, talas melalui pengolahan tepat. Peran serta kader Posyandu, bidan desa, perawat sebagai tenaga kesehatan diperlukan untuk hasil olahan yang variatif.

Pengolahan bahan makanan yang tepat lanjut Samsu Rizal akan menghasilkan manfaat saat dikonsumsi. Kreativitas para kader Posyandu yang ikut dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrembangdes) tetap dipacu untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Program pemanfaatan pekarangan sebutnya jangan hanya jadi jargon tetapi bisa menghasilkan bahan pangan berupa sayuran dan buah.

“Pemerintah desa bisa mengalokasikan anggaran dana desa untuk asupan makanan bergizi bagi balita, ibu menyusui, lansia,” bebernya.

Pemanfaatan pekarangan untuk menanam pisang,ubi jalar,singkong jadi salah satu sumber asupan makanan bergizi. Para kader Posyandu dan tenaga kesehatan juga diminta aktif untuk melaksanakan program promosi kesehatan. Cara yang ditempuh dengan kegiatan gerakan masyarakat hidup sehat salah satunya melalui asupan bahan makanan tepat.

Stevani, warga Penengahan menyebut pemilihan bahan pangan sederhana bernilai gizi bisa jadi pilihan. Ia memilih memanfaatkan singkong sebagai bahan makanan yang memiliki nilai gizi. Singkong roti yang kerap diolah dengan proses perebusan menurutnya membantu penurunan berat badan. Mengikuti kegiatan senam aerobik, singkong jadi makanan pengganti nasi pada menu dietnya.

“Saya kurangi nasi dalam sehari dengan mengganti memakai singkong dan ubi jalar dan efek bagi kesehatan berat badan turun,” ujarnya.

Olahan alternatif sebagai bahan pangan yang dipilih berupa pisang janten dan talas. Kedua jenis bahan makanan tersebut kerap jadi selingan selain bahan makanan lain. Selain direbus ia kerap mengonsumsinya dengan lauk ikan yang dipepes, ikan asin goreng dan saus tomat. Selain itu ia rutin mengonsumsi buah segar sebagai asupan gizi seimbang.

Sobirun, salah satu pedagang di Pasar Sri Pendowo menyebut talas, singkong dan pisang paling diminati. Bahan pangan yang merupakan hasil pertanian di wilayah Ketapang sebutnya bisa jadi asupan nutrisi bagi tubuh. Sebagian konsumen kerap membeli bahan makanan tersebut untuk diolah menjadi berbagai jenis bahan makanan. Proses perebusan bisa jadi cara pengolahan sederhana dan menjaga gizi makanan.

Lihat juga...