Pengungsi Banjir di Banyumas Mulai Gatal dan Demam

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANYUMAS — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas menerjunkan tenaga medis di posko-posko pengungsian banjir untuk memeriksa kondisi kesehatan para pengungsi. Saat ini beberapa pengungsi mulai ada yang terserang gatal-gatal, pusing hingga demam.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, ada lima posko kesehatan yang dioperasikan di wilayah banjir, yaitu di Desa Nusadadi Kecamatan Sumpiuh, Desa Plangkapan Kecamatan Tambak dan di Kecamatan Kemranjen ada tiga titik, yaitu di Desa Grujugan, Sirau dan Desa Sidamulya.

“Beberapa pengungsi mulai ada yang sakit ringan, seperti gatal-gatal, pusing dan deman, sejauh ini semua bisa tertangani dengan baik dan obat-obatan yang dibutuhkan juga tersedia serta mencukupi,” kata Sadiyanto usai memantau kondisi posko kesehatan di lokasi pengungsian, Sabtu (31/10/2020).

Lebih lanjut Kadinkes menjelaskan, pada tiap posko kesehatan ada 5-6 orang tenaga medis yang bertugas, terdiri dari dokter dan perawat. Selain itu, ada juga dokter yang berkeliling ke rumah-rumah yang tidak mengungsi, namun rumahnya terkepung banjir.

Selain memeriksa kesehatan para pengungsi, tenaga medis juga bertugas untuk memantau penerapan protokol kesehatan di lokasi pengungsian. Sehingga Dinkes juga menyediakan masker, jika ada pengungsi yang tidak menggunakan masker, akan diberikan dan diminta untuk langsung dipakai.

“Banjir ini kan bencana yang mendadak, sehingga kemungkinan banyak masyarakat yang waktu mengungsi tidak sempat memakai masker, sehingga kita siapkan di pengungsian,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto (baju hitam) saat memantau pos kesehatan di lokasi pengungsian Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Sabtu (31/10/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Sementara itu, salah satu dokter yang berkeliling ke rumah-rumah warga, dr Harry mengatakan, meskipun rumahnya terkena banjir, masih ada beberapa warga yang memilih untuk bertahan di rumahnya. Sehingga, ia berkeliling untuk memeriksa kesehatan mereka.

“Di Desa Plangkapan Kecamatan Tambak tadi ada beberapa warga yang saya periksa, termasuk seorang nenek-nenek. Alhamdulillah kondisinya sehat, hanya kita beri vitamin dan obat-obatan ringan untuk meningkatkan daya tahan tubuh saja,” katanya.

Sampai dengan hari ini, masih ada ribuan pengungsi yang bertahan di beberapa titik pengungsian. Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Banyumas, Ady Chandra mengatakan, lokasi pengungsian yang masih terdapat banyak pengungsi antara lain di Masjid Baitunnikmah Desa Sirau, kemudian di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Fathul Ulim Desa Sirau serta di MI Muhammadiyah Desa Sidamulya.

“Untuk memenuhi kebutuhan logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas sudah membuka dapur umum dan dalam satu hari lebih dari seribu bungkus nasi kita didistribusikan untuk pengungsi,” ucapnya.

Lihat juga...