Pengunjung Wisata Meningkat, Penerapan Prokes Menjadi Prioritas

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Peningkatan jumlah pengunjung selama libur panjang 28 Oktober – 1 November, terjadi di berbagai obyek wisata di Kota Semarang. Di satu sisi, dengan pandemi covid-19 yang masih berlangsung, penerapan protokol kesehatan menjadi prioritas utama.

Kepala UPTD Kebun Dinas Pertanian Kota Semarang, Juli Kurniawan, sebagai pengelola Agrowisata Purwosari Semarang, saat ditemui di lokasi, Jumat (31/20/2020). Foto Arixc Ardana

“Selama libur panjang, jumlah pengunjung di Nirwana Stable meningkat cukup tinggi, kurang lebih sekitar 30 persen dibanding hari biasa. Mereka datang selain ingin menikmati suasana, berkuda, juga mencicipi beragam menu yang ada di resto kami,” papar Manajer Operasional Nirwana Stable, Syaiful, saat ditemui di obyek wisata tersebut, di kawasan Purwosari Mijen Semarang, Jumat (30/10/2020).

Dipaparkan tingginya kunjungan wisata tersebut, juga diikuti penerapan protokol kesehatan yang ketat. Kewajiban 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer menjadi keharusan.

“Termasuk kita lakukan penyemprotan disinfektan, di seluruh area wisata. Tujuannya untuk mencegah penyebaran virus corona. Hal ini juga dilakukan Nirwana Stable, yang selama ini dikenal sebagai obyek wisata berkuda,” tambahnya.

Penyemprotan dilakukan diseluruh area. Mulai dari area jalan, ruangan bangunan, mess pegawai hingga kandang kuda. Selain dilakukan secara mandiri, penyemprotan disinfektan tersebut juga dilakukan dari pihak Kelurahan Purwosari Kecamatan Mijen Semarang.

“Tidak hanya itu, kita juga melakukan pembatasan kapasitas untuk ruang resto atau pun area wisata, sebesar 50 persen dari kapasitas. Untuk resto misalnya jika pada hari biasa bisa menampung hingga 80-100 orang, kita kurangi separuhnya,” jelas Syaiful.

Hal senada juga disampaikan Kepala UPTD Kebun Dinas Pertanian Kota Semarang, Juli Kurniawan, sebagai pengelola Agrowisata Purwosari Semarang.

“Agrowisata Purwosari selama libur panjang ini tetap buka dan menerima kunjungan wisatawan, yang ingin menikmati wisata petik buah dan sayur,” paparnya.

Dijelaskan, meski pengunjung meningkat, pihaknya juga tetap melakukan penerapan protokol kesehatan, dengan kewajiban 3M bagi wisatawan.

“Kita sediakan tempat cuci tangan portable untuk wisatawan yang berkunjung. Mereka juga kita cek suhu, sebelum memasuki area wisata,” jelasnya.

Selain itu, bagi pengunjung yang akan datang dalam rombongan, pihaknya juga mewajibkan untuk melakukan reservasi terlebih dulu.

“Reservasi ini bertujuan agar kita bisa mengatur dan mengantisipasi terjadinya penumpukan pengunjung, sehingga tetap bisa menjaga jarak, ” paparnya.

Dijelaskan dalam satu rombongan maksimal hanya diperbolehkan sebanyak 20 orang, namun jika lebih, pihaknya akan membagi rombongan tersebut dalam beberapa kloter.

“Misalnya yang datang 40 orang. Nanti kita atur, misalnya rombongan pertama berjumlah 20 orang di kebun buah, sementara rombongan kedua di green house.

Kebetulan di Agrowisata Purwosari ini ada lima kebun yang bisa disesuaikan dengan jumlah pengunjung,” tegasnya.

Sementara, salah seorang pengunjung Ani, mengaku dengan adanya penerapan protokol kesehatan yang baik dari pengelola wisata, pihaknya juga menjadi semakin nyaman dan aman.

“Harapannya dengan semuanya memiliki kesadaran yang baik dalam menjaga protokol kesehatan, maka penyebaran covid-19 juga bisa dicegah. Saya sebagai pengunjung pun merasa aman,” pungkasnya.

Lihat juga...