Pengusaha Kembalikan Lahan Senilai Rp2,4 M ke Pemkab Banyumas

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Lahan milik Pemkab Banyumas di kawasan Baturaden senilai Rp2,4 miliar berhasil dikembalikan sebagai aset daerah, setelah bertahun-tahun lahan tersebut berganti kepemilikan menjadi milik perorangan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwokerto, Sunarwan, mengatakan, lahan tersebut kurang lebih seluas 20.000 hektare dan semula hanya hak pengelolaan saja. Namun pada 2003, lahan tersebut berubah kepemilikan menjadi atas nama perorangan. Dan selanjutnya pada 2015, lahan tersebut dijual kepada salah satu pengusaha Banyumas, yaitu Hananto.

“Kasus ini masih dalam proses lidik di pidsus, namun belum sampai pada kesimpulan, pihak terkait sudah dengan sukarela mengembalikan tanah tersebut kepada jaksa penyidik. Dan hari ini, kita mengembalikan aset senilai Rp2,4 miliar tersebut kepada Pemkab Banyumas,” kata Kajari, kepada wartawan, Kamis (8/10/2020).

Melihat itikad baik tersebut, serta proses kasus yang baru lidik dan belum sampai pada kesimpulan, maka kasus tersebut dihentikan.

Penyerahan aset yang berlangsung di aula Kejari Purwokerto tersebut, secara simbolis diserahkan oleh Kajari kepada Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono.

Wabup mengatakan, sejak awal menjabat ia memang berkomitmen untuk mengambalikan aset-aset milik pemkab yang masih bermasalah. Sehingga, atas itikad baik dari pengusaha tersebut untuk mengembalikan aset pemkab, ia menyatakan sangat mengapresiasi.

“Lahan tersebut sebenarnya untuk pengembangan pariwisata Banyumas, bisa dengan dibangun vila seperti saat ini yang sudah berdiri di lokasi tersebut, atau bisa juga untuk lainnya. Saya sangat mengapresiasi keputusan Pak Hananto untuk mengembalikan aset tersebut, semoga langkah ini bisa diikuti oleh pengusaha lain di Banyumas yang masih bermasalah dengan aset-aset kita,” kata Wabup.

Menurut Sadewo, masih ada beberapa aset yang sedang dalam proses pengembalian. Ia menyebut, kurang lebih ada 3-4 aset yang maish berada di tangan beberapa pengusaha, namun ada juga yang sudah dalam proses persetifikatan atas nama Pemkab Banyumas.

Sementara itu, Hananto yang juga hadir dalam penyerahan aset pemkab mengatakan, keputusannya tersebut didasari atas pertimbangan asas kemanfaatan aset serta rasa nasionalisme untuk kepentingan Kabupaten Banyumas.

“Saya tidak lagi berbicara soal untung-rugi, namun lebih kepada kemanfaatan tanah tersebut untuk Banyumas. Jika dirunut kronologis, ia membeli tanah tersebut, posisinya sudah hak milik perseorangan dan ia juga sudah melakukan pengecekan ke BPN dan dinyatakan sah. Intinya, hanya maladministrasi saja dan jika dirunut dari awal akan susah, karena penjual awal sudah almarhum,” tuturnya.

Lihat juga...