Penyaluran BPUM kepada 16.743 Unit Usaha di Gorontotalo Diwarnai Kabar Miring

Kepala Bidang Usaha Kecil Menengah (UKM), Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gorontalo, Merianti Saipi – Foto Ant

GORONTALO – Bidang Usaha Kecil Menengah (UKM), Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gorontalo mencatat, ada 16.743 unit usaha di daerah tersebut, yang menjadi penerima Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM) dari pemerintah pusat.

“Mekanisme penerimaan BPUM untuk kabupaten Gorontalo yang sudah terealisasi sesuai SK terkirim dari Kementerian Koperasi dan UKM RI dan dilakukan dalam beberapa tahap,” ujar Kepala Bidang Usaha Kecil Menengah (UKM), Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gorontalo, Merianti Saipi, Rabu (21/10/2020).

Saat ini, terdapat kabar miring, berupa sejumlah masalah, terkait pencairan bantuan oleh pelaku usaha. Di antaranya, ada beberapa penerima bantuan yang tidak dapat menarik uang bantuan karena terblokir. Menurut Merianti, hal itu dapat terjadi dikarenakan beberapa hal. Seperti kesalahan penginputan data penerima bantuan. “Termasuk kabar penyaluran dari bank, dimana penerima sudah menerima pesan singkat atau SMS Banking, namun saat diperiksa namanya tidak tercantum, karena memasukan nomer telepon orang lain saat input data,” ungkapnya.

Kemudian ada kabar beredar, mengenai penerima bantuan yang menggunakan jasa perantara, sehingga diduga ada pungutan liar. “Saya menyampaikan bahwa penerima BPUM benar-benar murni untuk pelaku usaha yang terdampak COVID-19, dan tidak ada pungli dengan jumlah bantuan yang diterima sebesar Rp2,4 juta per orang,” tegasnya.

Jika ada pungutan liar, ia meminta agar dilaporkan ke Dinas Koperasi dan UKM agar segera dapat ditindaklanjuti. “Kami menerima beberapa laporan dari kelurahan atau desa yang terjadi pungli, dimana seharusnya bantuan yang diterima Rp2,4 juta menjadi hanya menerima Rp1,9 juta,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...