Penyelenggaraan Pilkada Dua Kabupaten di Sumsel Rawan Konflik

Logo Pilkada serentak 2020 - ANTARA

BATURAJA – Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dua kabupaten di Sumatera Selatan (Sumsel), yaitu di Muratara dan Ogan Ilir, rawan mengalami konflik.

“Dua daerah dari tujuh kabupaten di Sumsel ini yang menggelar Pilkada serentak 2020 rawan konflik, bahkan saat ini mulai memanas,” kata Ketua KPU Sumsel, Kelly Mariana, usai menghadiri diskusi politik perspektif Pilkada serentak 2020 menyongsong Pemilu serentak 2024, di Baturaja, ibu kota Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Mulai memanasnya suhu politik di dua kabupaten tersebut terjadi, pasca adanya gugatan dan sejumlah persoalan lainnya. Menurut Kelly, adanya konflik dalam pelaksanaan pesta demokrasi, sudah menjadi dinamika dalam proses Pilkada di sejumlah daerah. KPU disebutnya, akan tetap berkoordinasi dengan pihak keamanan, dalam hal ini aparat kepolisian, sehingga proses dan tahapan Pilkada dapat berlangsung aman hingga 9 Desember 2020 mendatang.

Terkait gugatan ke Mahkamah Agung (MA) oleh paslon bupati Ogan Ilir, hal itu sah dan memang sudah diatur dalam PKPU, serta regulasi lainnya. Menurutnya, undang-undang telah memberikan ruang kepada setiap paslon untuk menggugat di peradilan manapun jika terjadi konflik pilkada. “Jika hasil gugatan nanti keputusan sebelumnya dibatalkan, maka KPU akan mengembalikan hak-hak paslon tersebut,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...