Per-Tahun, LPPOM MUI Riau Terbitkan Ratusan Sertifikasi Halal

Humas dan Auditor LPPOM MUI Riau, Khafzan – Foto Ant

PEKANBARU – Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau, pertahun menerbitkan 350-400 sertifikasi halal untuk produk UMKM. Rata-rata jumlah sertifikasi yang dikeluarkan mencapai 30 buah perbulan.

“Sertifikasi halal sangat diperlukan bagi produk UMKM untuk membangun kepercayaan dan loyalitas konsumen terhadap produk-produk mereka. Produk yang ada label halal juga memiliki daya saing yang lebih tinggi di banding produk yang tidak mencantumkan label halal,” kata Khafzan, Humas dan Auditor LPPOM MUI Riau, di Pekanbaru, Senin (26/10/2020).

Khafzan menyebut, LPPOM MUI Riau setiap bulan banyak menerbitkan sertifikasi halal. Kendati untuk proses penerbitannya, kini sedikit terhambat, karena adanya pandemi COVID-19. Dan juga alur proses yang dilakukan dua pintu, yaitu dari Kemenag dan LPPOM MUI.

“Selama periode Januari-Juli 2020 sebanyak 70 sertifikat halal diterbitkan yang dikelola industri rumah tangga dan industri menengah dengan beragam jenis produk seperti jamu-jamuan herbal, asinan, catering dan lain-lainnya. Untuk produk kosmetik itu belum bisa membuat sertifikat halal di LPPOM MUI Riau melainkan langsung ke LPPOM MUI pusat,” jelasnya.

Untuk biaya sertifikasi halal, ada pengelompokan tergantung dari jenis usaha, kemudian proses dan jenis kesulitan alat yang digunakan. Biaya rata-rata yang dikeluarkan untuk saat ini berkisar Rp1,5 juta sampai Rp3.250.000.

Karena itu, diimbau masyarakat agar tidak salah dalam memilih produk halal, karena hingga ini banyak masyarakat yang masih sulit membedakan suatu produk itu halal atau tidak. “Kalau bicara masalah halal ini kadang-kadang gampang-gampang susah, karena tidak semua yang berlogo halal itu dijamin halal untuk kita konsumsi atau gunakan” katanya.

Menurut dia, banyak yang menganggap bahwa yang berlogo halal sudah pasti halal, tanpa mengetahui standar kehalallan itu seperti apa. Padahal, kehalalan suatu produk sudah di anggap halal jika sudah mendapatkan sertifikasi halal dari LPPOM MUI.

Untuk mendapatkan sertifikat, melalui proses pengecekan, dan untuk produk yang mau mendapatkan sertifikasi harus melengkapi persyaratan. Dengan logo saja belum bisa menjamin kalau produk itu halal. “Apalagi sekarang sudah banyak di internet jadi orang-orang bisa saja men-download dengan mudah , lalu menggunakan logo tersebut di rumah makan atau toko-toko mereka, padahal kehalallan suatu produk sangat penting bagi konsumen agar mereka tidak salah pilih,” tandasnya.

“Untuk menjamin apakah yang dikonsumsi itu halal atau tidak, LPPOM MUI Riau memberitahukan, bahwa saat ini sudah ada web dari LPPOM MUI yang sudah bisa diakses oleh masyarakat yaitu halalmui.org, untuk memastikan kehalallan sebuah produk,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...