Perbankan Diminta Tangguhkan Penagihan Kredit Petani di Temanggung

Kepala Bagian Perekonomian Setda Temanggung Heri Kardono -Ant

TEMANGGUNG – Perbankan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, diminta menangguhkan penagihan kredit nasabah, terutama para petani tembakau yang hasil panennya tahun ini tidak bagus dan kondisi ekonomi lesu akibat pandemi Covid-19.

“Bupati meminta perbankan untuk sementara tidak menagih dulu kredit petani, terutama untuk petani tembakau,” kata Kepala Bagian Perekonomian Setda Temanggung, Heri Kardono, di Temanggung, Selasa (6/10/2020).

Ia menyampaikan hal tersebut usai mendampingi Bupati Temanggung, M Al Khadziq, melakukan pertemuan dengan pihak perbankan di Ruang Gajah Kantor Bupati Temanggung.

Heri mencontohkan, dari salah satu bank, yakni BRI Temanggung, kredit yang jatuh temponya pada Oktober dan November 2020 sebanyak 2.400 nasabah dengan nilai kredit sekitar Rp54 miliar.

Menurut dia, mayoritas kredit musiman yang digunakan oleh petani tembakau jatuh temponya pada Oktober dan November 2020. Karena itu, perbankan diminta untuk melihat ulang dan memberikan kemudahan kepada nasabah.

“Pada intinya, meminta kepada perbankan kebijakan restrukturisasi dan memberikan kemudahan untuk pembayaran kredit,” katanya.

Ia menyampaikan, dengan restrukturisasi ini nasabah hanya dibebani untuk membayar bunga dari kredit yang diambil. Kebijakan penundaan penagihan kredit kepada nasabah ini untuk enam bulan ke depan.

“Dalam waktu enam bulan ini, nasabah hanya dibebani membayar bunga saja, kemudian akan dikaji kembali oleh perbankan setelah enam bulan dari jatuh temponya,” katanya.

Bahkan, katanya, untuk kredit besar seperti untuk perumahan serta kredit musiman, penundaan penagihan selama 12 bulan sejak jatuh tempo pembayaran.

Menurut dia, kebijakan-kebijakan ini ternyata memang sudah menjadi kebijakan seluruh perbankan, baik perbankan milik pemerintah maupun perbankan swasta.

Ia mengatakan, ke depan pertemuan dengan pihak perbankan ini akan rutin dilaksanakan, sehingga perkembangan perekonomian dari kacamata perbankan bisa diketahui.

“Bisa bulan November atau Desember mendatang pertemuan ini akan dilakukan kembali,” katanya. (Ant)

Lihat juga...