Perekaman KTP Elektronik di Kaltim Mencapai 99,46 Persen

Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kaltim, Halda Arsyad – Foto Ant

SAMARINDA – Hingga Oktober 2020, tingkat perekaman KTP elektronik (KTP-el) di kabupaten dan kota di Kalimantan Timur sudah mencapai 99,46 persen.

“Untuk perekaman KTP-el di Kaltim, dari 2.582.019 wajib KTP, jumlah yang telah melakukan perekaman sebanyak 2.534.506 jiwa atau 99,46 persen,” ujar Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Halda Arsyad, Senin (26/10/2020).

Jumlah yang dirangkum, dari 10 kabupaten dan kota di Kaltim, ada daerah yang sudah menuntaskan perekaman 100 persen. Sementara yang memiliki capaian terendah adalah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), yang baru tercapai 84,45 persen.

Menurutnya, Dinas Dukcapil Kabupaten Kutim memiliki jumlah wajib KTP sebanyak 293.413 jiwa. Dari jumlah tersebut, yang sudah merekam data kependuukan sampai dengan 16 Oktober sebanyak 244.164 jiwa. Sehingga masih ada 49.249 jiwa wajib KTP yang belum merekam data kependudukan. Hal itu harus menjadi perhatian pihak terkait di Kutim, karena pada 9 Desember, ada jadwal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak.

Sementara itu, dari cakupan kepemilikan akta kelahiran, saat ini jumlah anak usia 0-18 tahun di Provinsi Kaltim ada 1.178.643 jiwa. Dari jumlah tersebut, mereka yang telah memiliki akta kelahiran sebanyak 1.219.384 atau mencapai 103,46 persen. Sehingga angka ini pun sudah melampaui dari target nasional yang sebesar 95 persen.

Sementara untuk cakupan Kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA), pada anak usia 0-17 tahun kurang 1 hari se-Kaltim yang berjumlah 1.117.270 jiwa, mereka yang telah memiliki KIA sebanyak 287.533 jiwa atau sebanyak 37,90 persen.

Sehingga capaian ini pun sudah melampaui target nasional sebesar 20 persen. Namun demikian, hal yang perlu menjadi catatan dan perlu dikejar kepemilikan KIA adalah kabupaten dan kota yang cakupannya belum mencapai 20 persen. “Kabupaten dan kota yang tingkat kepemilikan KIA masih rendah itu adalah Kabupaten Kutai Kartanegara yang baru terealisasi 11,70 persen, Kabupaten Kutim 18,30 persen, Kota Samarinda 9,62 persen, dan Kabupaten Kutai Barat tercatat 18,64 persen,” rinci Halda. (Ant)

Lihat juga...