Perpustakaan Desa dan Internet Gratis Jadi Sarana Edukasi dan Peningkatan SDM

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Keberadaan perpustakaan desa (Perpusdes) dan sarana internet gratis sangat bermanfaat untuk anak di pedesaan. Demikian diungkapkan Ruhgiyanto, Kepala Desa Bangunrejo,Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan. 

Masa pandemi Covid-19 berimbas aktivitas siswa dan guru melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ), internet menjadi sangat dibutuhkan. Orangtua yang anaknya kesulitan akses internet atau kuota terbatas bisa datang ke perpusdes. Lokasi yang berada di dekat kantor desa, membuat anak usia sekolah dan generasi muda bisa meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

“Aparatur desa ikut membantu bagi anak anak yang selesai sekolah, kuliah dan tidak bekerja untuk mengikuti program Kartu Prakerja yang harus mendaftar secara online dari gelombang 1 hingga gelombang 10,internet lancar sangat membantu,” terang Ruhgiyanto saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (15/10/2020).

Perpusdes tambah Ruhgiyanto jadi sarana edukasi bagi masyarakat. Terlebih desa yang dipimpinnya sejak tahun 2013 ditetapkan sebagai locus stunting atau memiliki balita dengan gizi buruk.

Edukasi bagi kaum muda sebutnya jadi prioritas. Berkoordinasi dengan organisasi Karang Taruna (Katar) Kecamatan, peningkatan kapasitas SDM anak muda ditingkatkan. Program tersebut di antaranya dengan mengalokasikan anggaran bersumber dari dana desa.

“Saat ini semua aktivitas serba digital, pemuda desa bisa belajar untuk memperkenalkan potensi, produk UMKM secara digital,” cetusnya.

Selain buku fisik yang disiapkan pada perpustakaan, internet membuka peluang membaca buku elektronik (E-Book). Berbagai jenis buku elektronik untuk sejumlah bidang keilmuan bisa dimanfaatkan.

Jupri, salah satu pengunjung Perpusdes Bangunrejo menyebut fasilitas buku bacaan fisik sangat penting. Anak anak usia sekolah yang mulai akrab dengan belajar online memakai internet didorong tetap mencintai buku.

“Masyarakat umum, pemuda dan anak anak harus memaksimalkan fasilitas buku dan internet gratis yang ada,” tegasnya.

Penyuka buku tentang pertanian itu menyebut bisa belajar cara bertani. Sejumlah inovasi bidang pertanian dengan sistem aquaponik, pemanfaatan bahan bekas jadi pilihannya. Terlebih saat pandemi Co id-19 upaya ketahanan pangan keluarga diperlukan.

Pentingnya edukasi bagi anak pedesaan diamini Imam Junaidi, kepala Desa Kemukus. Wilayah desa yang ada di kawasan Register 1 Way Pisang tersebut masuk kategori desa tertinggal pada era 1980-an. Namun adanya bantuan internet gratis dari Kementerian Komunikasi dan Informatika membuka akses wilayah tersebut secara digital.

“Meski anak anak memiliki smartphone namun ada provider tertentu yang sulit singnal, makanya ada internet gratis,” cetusnya.

Lihat juga...