Persiapan Libur Panjang, Objek Wisata Diminta Aktifkan Gugus Tugas Mandiri

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURWOKERTO — Menghadapi libur panjang akhir Oktober ini, yaitu mulai 28 Oktober hingga 1 November 2020, seluruh objek wisata, desa wisata, rumah makan, serta hotel di Kabupaten Banyumas diwajibkan untuk mengaktifkan gugus tugas mandiri. Bertugas untuk memantau penerapan protokol kesehatan di lokasi masing-masing.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Wakhyono di Purwokerto, Minggu (25/10/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Wakhyono mengatakan, selama ini gugus tugas mandiri sudah terbentuk untuk objek wisata dan desa wisata. Namun, menjelang libur panjang ini, ia mengharap, pihak pengelola lebih memaksimalkan perannya.

“Kita sudah memberitahukan kepada seluruh pengelola objek wisata serta rumah makan, restoran dan hotel, supaya persiapan menghadapi libur panjang ini bisa dilakukan dengan maksimal untuk upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Wakhyono kepada Cendana news, Minggu (25/10/2020).

Hal-hal yang harus dipantau oleh gugus tugas mandiri antara lain, penggunaan masker secara benar dari seluruh pengunjung, kemudian ketersediaan tempat cuci tangan yang dilengkapi sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, pengukuran suhu tubuh serta physical distancing. Terkait jaga jarak tersebut, untuk objek wisata sudah ada ketentuan pembatasan jumlah pengunjung yang harus dipatuhi. Sedangkan untuk rumah makan dan restoran hanya diwajibkan untuk menerapkan pengaturan jarak.

Menurut Wakhyono, pada libur panjang akhir Oktober ini, diperkirakan jumlah kunjungan baik ke objek wisata ataupun rumah makan di Banyumas akan meningkat. Mengingat saat ini sudah banyak yang dibuka dan penerapan adaptasi kebiasaan baru, juga memungkinkan orang dari luar daerah untuk berkunjung ke objek wisata di Banyumas.

“Dengan adanya aturan bepergian yang lebih longgar, maka dipastikan jumlah kunjungan wisata pada libur panjang akhir Oktober ini akan meningkat. Supaya tidak muncul klaster wisata, maka penerapatan protokol kesehatan harus dijalankan dengan lebih ketat dan ini menjadi tugas tim gugus tugas mandiri,” terangnya.

Pihak Dinporabudpar bersama dengan gugus tugas kabupaten juga akan melakukan pemantauan langsung di lapangan terhadap objek wisata maupun rumah makan.

Sementara itu, salah satu pengunjung di objek wisata Taman Hiburan Rakyat (THR) Pangsar Sudirman yang berada di Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Neni mengatakan, penerapan protokol kesehatan dijalankan dengan baik di lokasi tersebut. Seluruh pengunjung diwajibkan untuk cuci tangan terlebih dahulu, kemudian ada petugas yang mengukur suhu tubuh. Dalam proses antrean masuk, juga diterapkan physical distancing dengan tanda khusus.

“Dengan adanya penerapan protokol kesehatan secara ketat ini, kita sebagai pengunjung merasa aman dan nyaman, karena bagaimanapun kita juga butuh refresing di tengah pandemi Covid-19 ini, salah satunya dengan berwisata,” tuturnya.

Lihat juga...