Petani di Lamtim Manfaatkan Lahan Kering Untuk Tanam Palawija

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Di beberapa daerah, lahan kering kala musim kemarau, seringkali tidak dimanfaatkan maksimal. Namun bagi petani di Lampung Timur, keterbatasan air di musim kemarau disiasati dengan melakukan diversifikasi dan intensifikasi.

Sanuri, petani di Desa Negeri Agung, Kecamatan Gunung Pelindung, menanam komoditas kacang hijau, labu dan ubi jalar di lahan seluas satu hektare. Penanaman tiga komoditas yang beragam (diversifikasi) dan intensifikasi menjadi cara mengatasi keterbatasan air.

Tiga komoditas tersebut bisa dipanen kurang dari tiga bulan. Tanaman bertoleransi tinggi pada minimnya pasokan air, membuat ia bisa menghemat biaya operasional. Meski demikian, ia tetap memanfaatkan sumur gali dan mesin sedot untuk pengairan terjadwal. Bagi pemilik modal, sistem irigasi tetes (drip irigation system) diterapkan.

Masduki, petani di Desa Negeri Agung, Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur, Senin (5/11/2020). -Foto: Henk Widi

“Masa tanam kemarau atau gadu dalam tradisi pertanian yang kami bawa dari pulau Jawa, masuk mangsa ketiga, maka yang cocok jenis tanaman palawija yang tetap menghasilkan secara ekonomis dan bisa menjadi stok pangan saat paceklik,” terang Sanuri, saat ditemui Cendana News di lahan sawahnya, Senin (5/10/2020).

Saat memanen kacang hijau usia dua bulan lebih, ia mengaku menyetornya ke produsen kecambah dan bubur. Kacang hijau sebagai hasil tanaman lahan kering, diperoleh sebanyak 1 kuintal. Harga per kilogram kacang hijau di level petani seharga Rp20.000, membuat ia mendapat uang Rp2juta. Hasil budi daya ubi jalar menghasilkan Rp2juta dan labu Rp3juta per bidang.

Perawatan komoditas pertanian lahan kering, sebut Sanuri, cukup menguntungkan karena hanya memanfaatkan pupuk kotoran ternak. Cara tersebut dilakukan untuk menjaga kesuburan tanah saat kemarau. Jenis tanah yang dominan berpasir, sebagian gambut, cocok digunakan untuk budi daya tanaman palawija.

“Umumnya, petani akan mengistirahatkan lahan, namun karena potensi bisa menghasilkan secara ekonomi, palawija dikembangkan,” cetusnya.

Masduki, petani sekaligus ketua kelompok tani Bina Marga 1 di Desa Negeri Agung, menyebut kearifan lokal menjadi kunci sukses pemanfaatan lahan. Kesepakatan anggota kelompok untuk menanam komoditas seragam, sekaligus adanya potensi permintaan. Sebagai ketua kelompok tani, ia memiliki tugas mencari konsumen untuk komoditas lahan kering.

“Produsen kuliner keripik, dodol dan juga sejumlah pasar tradisional membuat rantai pasok lancar dan petani mendapatkan uang,” tegasnya.

Jenis tanaman palawija usia pendek memberi kesempatan petani memperoleh untung. Hingga masuk Oktober, ia menyebut penghujan belum tiba sehingga budi daya labu, ubi jalar dan kacang hijau masih potensial. Hasil panen labu rata-rata satu hamparan miliknya bisa menghasilkan 5 ton. Jika dijual Rp3.000 per kilogram, ia bisa mendapat hasil Rp15juta.

Budi daya komoditas bervariasi atau multi komoditas, sebut Masduki, berpotensi menghasilkan profit bagi petani. Komoditas yang dibudidayakan merupakan tanaman yang tidak butuh perawatan rumit. Tambahan nutrisi pupuk kimia dan pupuk kompos tetap diperlukan. Selain itu, penanganan gulma rumput tetap dilakukan manual, hama ditangani dengan insektisida.

“Biaya operasional untuk penanganan hama dan gulma bisa ditutupi dari hasil penjualan yang saya koordinir, agar kuota pesanan terpenuhi,” cetus Masduki.

Surti, petani di desa yang sama, mengaku komoditas yang ditanam pada lahan kering bisa menjadi stok pangan. Jenis tanaman ubi jalar dan kacang tanah bisa menjadi stok untuk disimpan di lumbung. Stok gabah yang diperoleh saat masa tanam sebelumnya, masih bisa dipertahankan hingga panen berikutnya.

Menanam palawija saat musim kering, sebut Surti, memberi tambahan hasil bagi petani. Pemanfaatan lahan yang subur saat kemarau masih potensial dilakukan dengan keterbatasan air. Tanaman kacang tanah masih tetap tumbuh normal dengan penyiraman air secara rutin. Hasil panen dijual ke pembuat kuliner peyek dan usaha warung pembuat pecel bumbu kacang.

Lihat juga...