Petani di Padang Yakin Raup Untung Panen di Kala Pandemi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PADANG — Petani di Kota Padang, Sumatera Barat, mampu menuai hasil yang menggembirakan di kala pandemi Covid-19. Panen hampir merata di daerah ibu kota Provinsi Sumatera Barat ini dengan tingkat serangan hama yang sedikit dan cuaca yang cukup bagus.

“Dari saya pantau hingga panen ini, serangan hama yang sepertinya berkurang bila dibandingkan kondisi tanam pada sebelum-sebelumnya. Mungkin saja hamanya isolasi ke tempat lain,” kata Sahrul, petani di Padang, Senin (26/10/2020).

Dikatakannya, selain sangat minimnya serangan hama juga, bagusnya panen pada momen pandemi ini juga didorong oleh kondisi yang cuaca yang cukup bagus. Dimana cuaca panas dan hujan tidak berkepanjangan.

Artinya pergantian cuaca antara panas dan hujan terbilang masih normal dan membuat kondisi tanaman padi jadi lebih baik. Ditambah serangan hama pun sangat minim dan masih bisa diatasi dengan melakukan penyemprotan secara berkala.

“Serangan hama tetap ada. Tapi kita lakukan penyemprotan secara berkala. Kalau soal tata cara bertanam tidak ada beda nya sebelum masa pandemi,” ujar dia.

Ia pun memperkirakan jika panennya kali ini akan naik sekitar 30 persen bila dibandingkan sebelumnya yang dilakukan sebelum lebaran Idul Fitri lalu. Peningkatan panen itu diukurnya setelah melihat kualitas padi yang terlihat lebih berisi dan padat, dan sangat sedikit ada buah yang hampa.

“Dalam satu tangkai padi itu kan tidak semuanya berbuah dengan baik ada juga yang hampa alias tidak ada berasnya. Kalau panen saat ini, buah padinya sangat bagus,” sebutnya.

Menurutnya dulu panen padinya itu ada sekitar 30 karung, kalau panen hari ini di Padang yang didukung oleh cuaca yang bagus diperkirakan jumlahnya bisa mencapai 40 karung lebih.

Dikatakan Sahrul, hal tersulit yang dilakukan kini adalah mencari tenaga kerja untuk panen. Dimana buruh kini banyak pergi ke daerah lain yang juga tengah melakukan panen.

Akibat kini Sahrul mengangsur-angsur panen padinya bersama keluarganya. Sehingga yang biasanya bisa panen satu hari selesai, kini diperkirakan hasil panen akan selesai dilakukan dalam kurun waktu selama 2 hari.

Selain Sahrul yang mengaku bahwa kondisi tanaman padi tengah berada di situasi baik, petani lainnya juga mengatakan hal yang sama. Sudirman adalah petani di Padang dimana kini tanaman padinya telah menguning dan diperkirakan baru panen pertengahan November nanti.

“Ya saya pun berpikir ada dampak bagusnya dari Covid-19 ini, tanaman padi sangat bagus,” ungkapnya.

Sudirman mengatakan di sawahnya itu biasanya serangan hama tikus menjadi momok yang menakutkan sebab berada dekat dari kawasan yang memiliki tanah-tanah yang ada sarang tikusnya.

“Kalau banyak tanah-tanah munggu atau tanah kosong di tengah-tengah sawah. Disitulah banyak sarang tikus. Tapi kali ini, Alhamdulillah, sepertinya tikusnya lagi berbaik hati. Jikapun ada yang makan, itupun tidak parah,” jelasnya.

Lihat juga...