Petani Sikka Harapkan Bantuan Dinas Pertanian

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Musim kemarau membuat para petani jagung di Desa Habi dan Langir di Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak bisa menanam jagung dan tanaman hortikultura seperti sayuran dan buah-buahan.

Petani jagung di Desa Langir,Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, NTT, Paulus da Cruce saat ditemui di kebunnya, Senin (5/10/2020). Foto : Ebed de Rosary

Beberapa sumur bor yang ada di lahan pertanian di dua desa sentra pertanian jagung di Kabupaten Sikka ini berharap bantuan Dinas Pertanian agar bisa mengolah lahan pertanian saat musim kemarau.

“Kami berharap ada bantuan pemerintah agar bisa mengaktifkan sumur bor yang sudah ada agar bisa dipergunakan para petani,” harap Paulus da Cruce petani jagung di Desa Langir, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui Cendana News di rumahnya, Senin (5/10/2020).

Paulus katakan, dirinya bersama kelompok tani sudah membuat proposal bantuan benih sayur, pupuk dan lainnya ke Dinas Pertanian agar bisa mengolah lahan jagung di musim kemarau.

Ia menyesalkan proposal yang sudah dikirim sejak tahun 2019 tersebut belum ditanggapi Dinas Pertanian sehingga pihaknya masih belum menggarap lahan tersebut saat musim kemarau.

“Sampai sekarang proposal yang kami ajukan belum disetujui sehingga lahan pertanian masih belum bisa digarap saat musim kemarau. Padahal bantuan tersebut nilainya hanya kecil saja,” ungkapnya.

Paulus mengaku hampir semua lahan jagung di Kecamatan Kangae hanya ditanami saat musim hujan saja padahal bila ada sumur bor lahan jagung bisa ditanami minimal dua kali setahun dan produksinya meningkat.

Sementara itu petani jagung di Desa Habi Lusi Lero mengaku di areal pertanian jagung di Desa Habi terdapat beberapa sumur bor air dalam yang digali sejak 20 tahun lalu bahkan lebih yang mubazir.

Lusi sesalkan setelah dibor sumur sumur tersebut tidak dipergunakan untuk petani menyiram tanaman jagung meskipun berada di tengah lahan jagung sehingga hasil produksi jagung kerap mengalami penurunan.

“Kalau sumur-sumur bor ini bisa dipergunakan maka saat curah hujan rendah petani bisa memanfaatkannya untuk menyiram tanaman. Saat musim kemarau pun kami bisa menanam jagung dan sayur-sayuran,” ungkapnya.

Lusi berharap pemerintah bisa membantu mengaktifkan kembali sumur bor agar bisa dipergunakan petani dan meningkatkan pendapatan.

Disaksikan Cendana News hampir semua lahan jagung di Kecamatan Kangae hanya dibiarkan terlantar saat musim kemarau dan petani mulai menyiapkan lahan saat memasuki musim hujan.

Lihat juga...