Peternakan Sapi Desa Sutera-Pessel Potensial Dikembangkan

Editor: Koko Triarko

PESISIR SELATAN – Sejumlah peternak sapi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, mulai merasa lega, karena pemerintah setempat menilai usaha itu sangat potensial.

“Di sini memang banyak warga yang beternak sapi karena menjadi usaha yang terbilang menjanjikan dari sisi ekonomi, selain dari usaha bertani,” kata Ipal, warga di Sutera, Jumat (2/10/2020).

Menurutnya, bukti kalau warga di Sutera memiliki banyak peternakan sapi adalah banyaknya sapi yang berkeliaran di jalan serta di kawasan persawahan. Hal itu bukan berarti peternakan sapi diabaikan, tapi hal itu salah satu bentuk cara beternak sapi.

“Hampir masing-masing rumah punya peternakan sapi. Kalau yang punya lahan peternakan sapi sendiri juga ada. Saya sendiri punya 5 ekor sapi,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kini peternakan sapi di Sutera menjadi perhatian pemerintah. Hal ini menjadi pemicu bagi masyarakat agar terus mengembangkan ternaknya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Pesisir Selatan, Efrianto, ditemui beberapa waktu lalu/Foto: M Noli Hendra

Baginya, beternak sapi akan sangat menguntungkan. Sebab bila ekonomi keluarga sedang membutuhkan dana mendadak, sapi itu bisa dijual. Seperti halnya masa Covid-19 ini, pemasukan minim sehingga memilih menjual ternak.

“Saya seperti itu kalau beternaknya, jika butuh dana mendesak dijual dulu, tapi yang jantannya, tidak yang betina. Kalau betina untuk dikembangkan lagi,” sebutnya.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Camat Sutera, Fakhrudin, mengakui bahwa potensi ternak sapi di daerahnya memang sangat besar. Bahkan, semua nagari atau desa juga telah memiliki peternakan sapi yang cukup baik berkembang.

Untuk itu, ia mendorong agar ada satu orang warganya untuk selalu bisa mengikuti pelatihan IB yang diadakan Disnakeswan. Tujuannya agar pengembangan sapi potong bisa dilakukan secara maksimal di kecamatan yang dijadikan sentra ini.

Dikatakan, tingginya potensi pengembangan sapi potong di Kecamatan Sutera menjadi salah satu peluang untuk bisa dijadikan sebagai sentra daging di Kabupaten Pesisir Selatan.

“Upaya itu, perlu dilakukan agar ekonomi masyarakat, terutama petani peternak, makin meningkat,” sebutnya.

Sementara, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Pesisir Selatan, Efrianto, menyatakan kecamatan itu memang akan dijadikan sebagai sentra ternak sapi potong di Pesisir Selatan.

“Selain memiliki lahan pakan yang luas, kawasan gembala juga tersebar di beberapa nagari yang ada di kecamatan itu,” kata dia.

Dijelaskan, bahwa di Pesisir Selatan jumlah ternak jenis sapi potong ada 80.976 ekor, terdiri  21.806 ekor sapi jantan, dan 59.170 ekor sapi betina.

“Dari jumlah itu, 10.003 ekor di antaranya terdapat di Kecamatan Sutera, untuk jenis betina 7.733 ekor, dan jantan 2.270 ekor,” terangnya.

Lihat juga...