Positif Covid-19 Jakarta Bertambah 1.165 Kasus

JAKARTA — Pertambahan kasus positif pandemi COVID-19 di Jakarta pada Sabtu (3/10) sebanyak 1.165 kasus, dihimpun dari hasil uji usap (swab test PCR) yang dilakukan pada tanggal 30 September, 1 Oktober, serta 2 Oktober 2020.

Berdasarkan data dari DKI Jakarta di laman corona.jakarta.go.id, Sabtu, pertambahan kasus yang dilaporkan pada Sabtu ini, adalah sebanyak 1.165 kasus yang memiliki rincian dari uji usap pada Jumat (2/10) sebanyak 925 kasus positif, serta akumulasi laporan pada tanggal 30 September dan 1 Oktober yang baru dilaporkan Sabtu ini sebanyak 240 kasus.

Dengan pertambahan kasus positif paparan COVID-19 di Jakarta pada Sabtu ini, menyebabkan total jumlah kasus konfirmasi positif sampai hari ini adalah 77.784 kasus (bertambah dari sebelumnya sebanyak 76.619 kasus).

Dari data pertambahan pasien positif COVID-19 Jakarta selama sepekan, pertambahan sebanyak 1.165 kasus ini, lebih tinggi dibandingkan pada Jumat (2/10) sebanyak 1.098 kasus, pada Kamis (1/10) sebanyak 1.153 kasus, pada Rabu (30/9) sebanyak 1.059 kasus, pada Selasa (29/9) sebanyak 1.132 kasus, dan pada Senin (28/9) sebanyak 807 kasus.

Namun, lebih rendah dibandingkan pertambahan pada Minggu (27/9) sebanyak 1.186 kasus, pada Sabtu (26/9) sebanyak 1.257 kasus, kemudian pada Sabtu (12/9) sebanyak 1.440 kasus, serta pada Rabu (16/9) sebanyak 1.505 kasus yang merupakan pertambahan terbanyak.

Walaupun penambahan pada Rabu (16/9) sebanyak 1.505 kasus merupakan pertambahan kasus terbanyak, tapi penambahan pada Sabtu (12/9) sebanyak 1.440 kasus, adalah pemegang rekor kasus positif terbanyak yang didapatkan dari hasil tes yang hanya dilakukan satu kali (tanggal 11 September 2020). Karena penambahan pada Rabu (16/9) adalah penambahan dari hasil pada tanggal 12, 13, 14 dan 15 September 2020.

Untuk pengujian usap (swab test) sampai dengan tes PCR terakhir pada Jumat (2/10), memiliki rincian dilakukan tes pada 9.353 spesimen yang di dalamnya ada 7.471 orang dites untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil sebanyak 925 kasus positif dan 6.546 kasus negatif.

Dengan demikian, rataan tes PCR total per satu juta penduduk sebanyak 89.993. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 54.280.

Sampai dengan tes terakhir pada Jumat (2/10), sudah ada 1.317.020 spesimen (sebelumnya 1.306.824 spesimen) yang telah diperiksa dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengetahui jejak COVID-19 di lima wilayah DKI Jakarta lewat 55 laboratorium.

Lebih lanjut, DKI Jakarta mencatat persentase kasus positif berdasarkan jumlah tes atau positivity rate COVID-19 selama sepekan terakhir di Jakarta setelah perkembangannya pada Sabtu ini, meningkat ke angka 13,4 persen dibandingkan hari sebelumnya 13,0 persen.

Angka ini sangat jauh di atas batas persentase yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sepekan untuk satu kawasan tidak lebih dari lima persen sehingga dikategorikan kawasan aman.

Sedangkan persentase kasus positif di Jakarta secara total sejak awal pandemi Bulan Maret 2020, adalah sebesar 8,1 persen (sama seperti sebelumnya).

Sementra itu, total pasien sembuh dari paparan Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) di Jakarta sudah mencapai angka 63.286 setelah pada Sabtu ini, terjadi pertambahan pasien sembuh dari paparan COVID-19 sebanyak 1.007 orang yang meningkatkan jumlah pasien sembuh dari paparan COVID-19 di mana jumlah sebelumnya 62.279 orang.

Jumlah pasien sembuh tersebut sendiri, adalah sekitar 81,4 persen (sebelumnya 81,3 persen) dari total kasus positif yang terpantau pada Jumat ini sebesar 77.784 orang, dengan di dalamnya sebanyak 12.755 orang (meningkat 155 dari sebelumnya 12.600 orang) masih dirawat/isolasi, serta 1.743 orang (bertambah tiga dibanding sebelumnya 1.740 orang) meninggal dunia atau 2,2 persen (sebelumnya 2,3 persen) dari total kasus positif. (Ant)

Lihat juga...