Produk Kerajinan Warga Binaan Lapas Bekasi Terkendala Pemasaran

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Beragam karya kerajinan tangan karya warga binaan Lapas Kelas IIA Bulak Kapal, Kota Bekasi, Jawa Barat siap bersaing dan bernilai jual. Namun, berbagai karya tersebut memerlukan sarana pemasaran dan promosi.

“Kerajinan tangan karya warga binaan di Lapas Bulak Kapal ini sudah sangat bagus. Saya pastikan siap bersaing di pasaran, oleh karena itu kami berharap ada pihak melirik untuk kerja sama di bidang pemasaran dan promosi,” ungkap Bambang Febriansyah, Kasi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Bulak Kapal Bekasi, kepada Cendana News, Selasa (6/10/2020).

Beragam jenis kerajinan ada di Lapas Bekasi meliputi seni lukis, kaligrafi, kerajinan tangan dari bahan kertas, perkayuan, sablon, jahit, pembuatan sabun, tanaman hidroponik, seni musik, perkebunan, dan peternakan.

Berbagai karya kreativitas warga binaan di Lapas Kelas II A Bulak Kapal Kota Bekasi, membutuhkan sarana pemasaran. Karya tersebut tak kalah menarik, Selasa (6/10/2020). Foto: Muhammad Amin

Menurut Bambang, beragam hasil kerajinan dari warga binaan sebenarnya sudah mampu bersaing karena terus dilakukan pembinaan, misalnya melalui ahli yang didatangkan untuk memberi pelatihan.

Diakuinya, selama ini pengenalan dan pemasaran masih terbatas hanya di lingkungan Lapas.

“Kendalanya hanya promosi dan pemasaran belum ada. Warga binaan berharap ada pihak lain yang bisa membantu pemasaran hasil karyanya agar lebih semangat lagi berkarya,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dari keseluruhan warga binaan di Lapas Bulak Kapal, diakui Bambang, baru sekitar 5 persen berpartisipasi mengisi waktu untuk berkreasi  selama menjalani masa hukuman.

Bambang optimis, jumlah warga binaan untuk berkarya bisa bertambah jika ada tempat pemasaran hasil kreasi. Bahkan imbuhnya, jika ada tempat pemasaran tidak menutup kemungkinan jenis karya tangan diperbanyak lagi.

Selama ini jelasnya, untuk warga binaan dalam berkreativitas diberikan waktu dari pukul 08.00- 15.00 WIB. Ditegaskan tidak ada paksaan warga binaan untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Kami hanya mencoba memberikan mereka kenyamanan, menarik perhatian mau berkarya, sehingga menjadikan mereka mempunyai keterampilan untuk bisa bertahan hidup dengan keahlian masing-masing,” tukasnya.

Namun demikian, tandasnya, pembinaan tidak hanya dalam hal kerajinan, tapi juga mengembangkan pertanian dan perkebunan. Semua warga binaan tersebut diberi bekal agar siap terjun di tengah masyarakat setelah selesai menjalani masa hukuman.

Bambang berharap, ada pula pelatihan membatik. Karena dari banyaknya karya, seni membatik belum ada di dalam Lapas. Tentunya harus ada komunitas tertentu yang datang untuk memberi pelatihan bagi warga binaan.

Dedy Kuswanto (34) salah seorang warga binaan yang menekuni seni lukis di Lapas Bulak Kapal mengaku, sebelumnya sudah mengetahui teknik dasar melukis. Namun jelasnya baru bisa mendalami justru setelah di Lapas.

Ia mengaku sejak bulan Februari 2020 dirinya mulai melukis, sudah ada 10 buah lukisan yang dibuat, salah satunya wajah Mantan Kalapas Bulak Kapal Bekasi.

“Kebetulan pelukis di sini hanya saya sendiri, tapi saya siap memberikan bimbingan jika ada warga binaan lain ingin belajar. Saya juga berharap lukisan itu mempunyai nilai jual di luar sana, agar bisa memberi penghasilan untuk keluarga di rumah,” harap dia.

Lihat juga...