Produksi Gabah Petani di Mukomuko Turun

Gabah, ilustrasi - Dok: CDN

MUKOMUKO – Produksi gabah kering panen, milik petani di Kecamatan Air Manjuto, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu menurun. Tercatat produksinya dari rata-rata sekira 7,2 ton per-hektare, saat ini hanya tujuh ton per hektare.

Hal tersebut dirasakan petani pada musim tanam ketiga padi sawah tahun ini. “Produksi gabah petani setempat pada musim tanam sekarang ini turun sedikit dibandingkan sebelumnya dari sekitar 7,2 ton per hektare menjadi 7 ton,” kata Kasi Produksi Tanaman Pangan dan Hortukultura Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Sugiyanto, Rabu (28/10/2020).

Menurutnya, produksi gabah kering panen milik petani di Kecamatan Air Manjuto turun, jika dibandingkan sebelumnya. Hal itu dikarenakan tidak ada jeda. Petani terus menanam padi setiap musim tanam padi sawah. Sementara secara teknis seharusnya ada jeda untuk sementara waktu, guna memutus siklus penyakit dan hama. Selain itu petani juga perlu mengistirahatkan tanah. Dan tercatat, aktivitas pertanian yang dilakukan juga kurang didukung upaya pemupukan yang seimbang.

Menurutnya, dalam tiga kali musim tanam di setiap tahun, seharusnya terbagi menjadi dua kali musim tanam padi dan satu kali musim tanam palawija. Hal itu untuk memutus siklus hama penyakit yang menyerang tanaman padi.

Sementara itu, harga gabah kering panen milik petani di wilayah ini berkisar Rp4.400 hingga Rp4.800 per kilogram. Kondisinya tidak jauh berbeda dengan harga gabah kering panen pada musim tanam sebelumnya. Ia menyebutkan, wilayah Kecamatan Air Manjuto saat ini memiliki lahan persawahan seluas 559 hektare. Lahan persawahan seluas itu masuk dalam daerah irigasi Manjuto. (Ant)

Lihat juga...