Produsen Makanan Ringan Mudahkan Distribusi Panen Pisang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Menjamurnya produksi makanan ringan berbahan baku pisang memudahkan serapan distribusi hasil panen pisang.

Tukimin, pemilik usaha pengepul hasil pertanian pisang menyebut, permintaan berasal dari Jakarta dan sekitarnya. Namun imbas Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta ia memasok pisang ke pasar lokal.

Pasokan buah pisang ke pasar lokal sebut Tukimin terserap ke produsen keripik dan gorengan. Jenis pisang mentah yang banyak dibuat menjadi keripik jenis kepok, raja nangka dan tanduk. Sebagian dipilih oleh pedagang gorengan dalam kondisi matang. Selama serapan masih lancar ia menyebut, tetap menguntungkan petani dan pengepul.

Suka duka sebagai pengepul sebut Tukimin, belum pernah signifikan sebelum ada pandemi Covid-19. Sebagaimana umumnya, misalnya, ia  mendapat pesanan meningkat saat bulan suci Ramadan, dimana pisang dibutuhkan untuk produk makanan. Kolak, gorengan, roti hingga keripik akan dibuat untuk lebaran. Namun permintaan akan turun sepekan jelang lebaran.

“Biasanya sepi permintaan karena banyak pedagang gorengan di Jakarta mudik atau pulang kampung. Jadi serapan pisang mengalami penurunan tapi akan normal kembali. Tapi semenjak ada Covid-19 sudah hampir enam bulan pesanan menurun. Beruntung masih banyak produsen makanan lokal beroperasi,” terang Tukimin saat ditemui Cendana News di Penengahan, Selasa (6/10/2020).

Warga Desa Penengahan, Kecamatan Penengahan itu mengatakan, mengandalkan produsen keripik lokal. Sebab sejumlah produsen keripik membutuhkan puluhan tandan pisang untuk bahan baku. Sebagian pisang yang didistribusikan akan disetor ke sejumlah pengecer di pasar tradisional yang ada di wilayah Bandar Lampung dan kota lain di Lampung.

Saat PSBB Jakarta diperpanjang tahap kedua, Tukimin bahkan putar haluan untuk mendapat pelanggan. Tanpa harus mengirim ke pulau Jawa ia mencari pelanggan baru agar hasil panen petani bisa dijual. Sebab rata-rata sekali pengiriman pisang bisa mencapai 3 ton. Tanpa ada penerima komoditas tersebut, kerugian akan dialami pengepul dan petani.

“Saat ini harapan bagi petani dan pengepul pisang adalah produsen makanan ringan sehingga barang tetap terjual,” cetusnya.

Bagi petani pisang bernama Jahri di desa yang sama, permintaan pisang sempat tersendat. Pasalnya permintaan dari usaha kuliner di wilayah Jakarta sebagian berhenti operasi. Meski sebagian tetap beroperasi, namun ia memastikan jumlah permintaan pisang menurun. Biaya operasional pengiriman yang tak sebanding dengan hasil penjualan, membuat dia menjual ke pasar lokal.

“Saat ini hasil panen bisa dijual ke pengepul untuk pasar lokal saja yang penting laku sehingga cepat mendapat uang,” bebernya.

Jahri juga mengaku agar hasil panen bisa terserap ia melayani pesanan dari produsen pembuatan keripik. Produsen keripik kerap memesan puluhan tandan untuk kebutuhan sepekan. Permintaan pisang jenis kepok, raja nangka dan tanduk dijual rata-rata Rp2.000 per kilogram. Pengolahan pisang menjadi produk makanan membuat harga jual lebih tinggi.

Hamroh, produsen makanan ringan di Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan menyebut, menyerap pisang mentah untuk pembuatan keripik. Pisang sebagian diperoleh dari kebun miliknya, sebagian dibeli dari petani. Terserapnya pisang dari petani menjadi bahan baku keripik sebutnya, membuat usahanya tetap eksis.

Hamroh (tengah) produsen makanan ringan keripik pisang dan berbagai kue lain di Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Selasa (6/10/2020) – Foto: Henk Widi

“Sebagian keripik pisang yang dibuat akan didistribusikan ke warung dan pemesan untuk dikemas lagi,” bebernya.

Makanan ringan keripik pisang yang dibuat kerap masih memiliki rasa orisinal. Selanjutnya oleh pemesan untuk dikemas lagi akan diberi berbagai varian rasa. Sejumlah varian rasa yang dibuat di antaranya melon, balado, keju, coklat. Pemesanan dari pedagang lain yang akan mengemasnya untuk dijual kembali memperlancar usaha pembuatan keripik tersebut

Indah, pemilik usaha kuliner di Way Halim, Bandar Lampung menyebut, menjual oleh-oleh keripik pisang. Sebagian keripik pisang yang disetor oleh produsen kerap disediakan dalam kondisi belum dikemas. Ia memilih membuat kemasan menarik dan berbagai varian rasa agar disukai konsumen.

Pasokan pisang dari petani ke pengepul hingga produsen keripik sebutnya, memperlancar usaha oleh-oleh. Sebagai salah satu produk oleh-oleh keripik pisang banyak diminati konsumen.

Indah (kaos merah) pemilik usaha kuliner di Way Halim, Bandar Lampung yang menyiapkan oleh-oleh keripik pisang tetap mendapatkan pasokan dari produsen, Selasa (6/10/2020) – Foto: Henk Widi

Selain keripik pisang ia juga menyediakan berbagai oleh-oleh kerupuk ikan, kemplang, telur gabus hingga manisan. Produsen yang tetap bertahan sebutnya, memperlancar usaha kuliner dan oleh-oleh miliknya.

Lihat juga...