PSBB di Kabupaten Lebak Diperpanjang Hingga 19 November

Petugas di Kabupaten Lebak, Banten melakukan tes COVID-19 – Foto Ant

LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), mulai 21 Oktober hingga 19 November 2020. Kebijakan tersebut diterapkan, guna mengendalikan kasus penyebaran pandemi COVID-19.

“Kita tetapkan PSBB diperpanjang, karena memberikan manfaat cukup besar menekan kasus virus corona,” kata Sekertaris Daerah Kabupaten Lebak, Dede Jaelani, Kamis (22/10/2020).

Pemerintah daerah menetapkan PSBB diperpanjang berdasarkan hasil evaluasi terhadap kemampuan mengendalikan penularan COVID-19. Selain itu perpanjangan PSBB juga sesuai instruksi dari Gubernur Banten, sebagaimana dalam Surat Keputusan No 443/Kep.540-BPBD/2020, yang ditandatangani Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya.

Penerapan PSBB tahap pertama, dinilai mampu mengendalikan penularan corona sehingga Kabupaten Lebak masuk kategori zona oranye. “Kami berharap perpanjangan PSBB dapat mengendalikan penularan Corona,” jelasnya.

Perpanjangan PSBB yang kedua disebutnya berbeda, jika dibandingkan dengan kebijakan tahap pertama. Pada tahap perta,a dilakukan check point di stasiun dan terminal. Namun, untuk tahap kedua hal tersebut sudah tidak dilaksanakan. Sekarang check point di stasiun dan terminal sepenuhnya dilakukan oleh pengelola, dan tidak kebijakan pemerintah daerah.

Disamping itu, kebijakan ganjil genap di Pasar Rangkasbitung tetap dilaksanakan bagi toko, sedangkan apotek tidak diberlakukan ganjil genap. Selama pemberlakukan PSBB, semua lokasi wisata ditutup dan melarang warga mengundang massa banyak hingga menimbulkan kerumunan seperti resepsi pernikahan dan hiburan. “Kami minta warga sepanjang pemberlakukan PSBB dapat mentaatinya sehingga dapat mengendalikan penularan COVID-19,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...