Puluhan PKL di Kranji Bekasi, Ditertibkan

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Raya Komodo, meliputi Kelurahan Kranji dan Kayuringin, Kota Bekasi, hanya pasrah saat dilakukan penertiban, Jumat (16/10/2020). Penertiban melibatkan Polsek Bekasi Kota, Koramil 01/Kranji, Dishub Kota Bekasi, dan Satpol PP dan berlangsung tertib, dan tidak ada perlawanan.

Marudin, Komandan Satpol Bekasi Selatan, menegaskan bahwa penertiban dilakukan karena sudah banyak keluhan dari masyarakat. Sehingga, pihak kelurahan sudah melakukan pemanggilan para pedagang untuk musyawarah mufakat.

“Ini sudah banyak keluhan warga, karena banyak bangunan menyalahi aturan, di atas saluran air. Sebentar lagi masuk musim hujan, banyak saluran tersumbat berakibat banjir. Sebelum musim hujan tiba, maka ditertibkan,” paparnya, Jumat (16/10/2020).

Marudib, Komandan Satpol PP di Bekasi Selatan, Jumat (16/10/2020). –Foto: M Amin

Lurah Kranji, Bekasi Barat, Andi Kristanto, mengapresiasi pedagang kaki lima (PKL) yang konsisten menjaga kondusivitas saat penertiban berlangsung.

“Total 25 PKL kita tertibkan, guna membenahi wilayah dan menertibkan akses jalan yang terganggu,” ungkap Andi.

Dijelaskan, hari ini kita tertibkan PKL yang berada di bahu jalan dan berada di atas saluran air, yang sempat menjadi keluhan warga sekitar karena mempersempit akses jalan.

Menurutnya, sampai saat ini belum ada rencana relokasi PKL yang ditertibkan secara menyeluruh. Namun, tentu akan diarahkan jika ada pengajuan dari PKL sendiri.

“Sebenarnya dari total 25 PKL, ada 10 PKL kita tertibkan menyeluruh, dan 15 PKL yang bersedia mundurkan bangunan agar tidak mengganggu jalan dengan lokasi dagangannya,” imbuhnya.

Kesepakatan penertiban itu sudah disepakati bersama pada 6 Oktober 2020, dengan melakukan musyawarah di Kantor Kelurahan Kranji Bekasi Barat, Kota Bekasi.

“Pada saat musyawarah tersebut, semua PKL sudah bersedia dan sepakat untuk ditertibkan, hari ini juga tidak ada penolakan penertiban,” tukasnya.

Sementara, Kapolsek Bekasi Kota, Kompol Armayani, menyampaikan kehadiran anggota Polsek di lokasi penertiban sifatnya hanya mem-backup proses pelaksanaan di lapangan, dengan hanya menurunkan 20 personel.

“Mudah-mudahan dengan dilakukannya penertiban ini bisa memperindah wilayah Kranji. Dan, kita melihat hanya ada puluhan, maka anggota yang disiagakan sesuai kondisi di lapangan” tuturnya.

Sebelumnya, keberadaan PKL tersebut menjadi keluhan karena kerap terjadi kemacetan akibat sisi kiri kanan dipenuhi bangunan liar yang memakan badan jalan.

Di samping itu, ada perkantoran seperti Damkar selama ini tidak terlihat karena tertutup bangunan liar. Dan, menjadi keluhan tersendiri hingga setelah dilakukan sosialisasi semua pedagang sepakat ditertibkan.

Lihat juga...