Puluhan Tim ikuti e-Sports Mini Tournament di Lamsel

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Puluhan tim ikuti e-sports mini tournament yang digelar Karang Taruna unit Sumbersari, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan.

Ion Pamungkas, ketua panitia penyelanggara e-sports mini tournament menyebut gelaran bertajuk Battle for Unity diikuti oleh puluhan pemuda di desa tersebut.

Ion Pamungkas, Ketua Panitia Sumbersari e-sport mini tournament di lapangan olahraga Dusun Sumbersari, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Sabtu malam (17/10/2020) – Foto: Henk Widi

Ion Pamungkas menyebut dua e-sports yang dipertandingkan meliputi Mobile Legends (ML) dan Battlegrounds PlayerUnkown (PUBG).

Gelaran e-sports yang merupakan game online favorit generasi milenial tersebut melibatkan pehobi olahraga elektronik. Gelaran itu diakui Ion sekaligus memperkenalkan game yang sudah masuk cabang olahraga tersebut.

E-sports mini tournament sebutnya menjadi cara untuk memberikan pemahaman olahraga bagi anak-anak muda kekinian. Terlebih Ion Pamungkas bilang e-sports telah menjadi salah satu olahraga yang dipertandingkan saat gelaran Asian Games. Sebagai kompetisi yang sudah resmi gelaran itu bertujuan untuk mengasah kemampuan sejumlah tim.

“Gelaran e-sports yang kita pertandingkan saat ini baru dua game online yang merupakan game populer dengan pengguna aktif jutaan orang, kerjasama tim dan pengisi waktu dengan hal yang positif jadi alasan Karang Taruna menggelar kompetisi olahraga elektronik ini,” terang Ion Pamungkas saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu malam (17/10/2020).

Ion Pamungkas bilang sebanyak 17 tim dipastikan ikut berkompetisi. Sebanyak 6 tim ikut tergabung dalam PUBG dan sebanyak 11 tim tergabung dalam tim mobile legends. Sejumlah tim yang ikut berasal dari sebanyak 8 dusun di desa setempat.

Beberapa tim yang ikut olahraga elektronik tersebut diantaranya tim Cergeruz, VC Silaturahmi, Ionios, Nganu Gamming dan sejumlah tim lain.

Kegiatan pengisi waktu luang yang dilombakan menurut Ion Pamungkas tetap menerapkan protokol kesehatan. Arena dibatasi dengan net sehingga penonton tidak masuk, diberi fasilitas tempat cuci tangan dengan sabun. Semua peserta yang ikut olahraga elektronik tersebut juga tetap memakai masker dan menjaga jarak.

“Kami menyediakan hadiah untuk semua pemenang total mencapai Rp750 ribu yang akan dipergunakan sebagai uang pembinaan,” cetusnya.

Krisdiantoro, Ketua Karang Taruna Desa Pasuruan menyebut e-sports sudah akrab bagi generasi millenial. Namun bagi masyarakat kegiatan e-sports bertajuk Battle for Unity  diperkenalkan kepada masyarakat. Acara tersebut sekaligus jadi pemahaman kepada para orangtua bahwa game online tersebut sudah menjadi kegiatan olahraga.

Krisdiantoro, Ketua Karang Taruna Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, saat kompetisi e-sports mini tournament, Sabtu malam (17/10/2020) – Foto: Henk Widi

“Jadi momen kompetisi e-sports ini merupakan edukasi bagi sebagian orang ada cabang olahraga yang bertujuan mengasah strategi dan butuh konsentrasi,” cetusnya.

Gelaran olahraga elektronik itu sebut Krisdiantoro sekaligus bertujuan mempererat silaturahmi. Sebagai bagian dari olahraga generasi muda diajak memanfaatkan waktu secara positif dan efisien. Kegiatan tersebut menjadi upaya melahirkan jiwa kompetisi dan sportivitas yang kerap diutamakan dalam kegiatan olahraga.

Sumali, Kepala Desa Pasuruan menyebut, olahraga elektronik jadi salah satu kegiatan positif bagi generasi muda. Selama ini olahraga elektronik atau e-sports jarang dikenal. Namun adanya kompetisi yang digelar unit Karang Taruna Dusun Sumbersari jadi kesempatan untuk menjalin silaturahmi. Kegiatan tersebut tetap dilakukan dengan protokol kesehatan.

“Para peserta hanya berasal dari desa setempat dan tetap mempertahankan protokol kesehatan,” cetusnya.

Antusiasme peserta kompetisi terlihat dari cabang olahraga elektronik PUBG dan Mobile Legends.

Dio, salah satu peserta dari tim 3 menyebut dalam satu tim sebanyak 4 orang dilibatkan. Meski ia belum bisa menang dalam kompetisi tersebut namun gelaran itu jadi kesempatan untuk mengasah kemampuan dalam game bergenre battle royale tersebut.

“Kerjasama tim sangat diperlukan untuk bisa memperoleh kemenangan, namun meski tidak menang sudah ikut berkompetisi,” cetusnya.

Pada kompetisi tahap pertama sejumlah tim masih terlihat berusaha memenangkan pertandingan. Pada tahap pertama peserta akan memperebutkan juara 1 PUBG dan Minggu (19/10) akan memperebutkan juara 1 Mobile Legends. Sejumlah peserta terlihat antusias mengikuti olahraga elektronik yang pertama kali digelar Karang Taruna tersebut.

Lihat juga...