Pupuk Subsidi Ditambah, Petani Purbalingga Diminta Percepat Masa Tanam

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURBALINGGA – Alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Purbalingga ditambah, sehingga para petani tidak perlu khawatir lagi terkait ketersediaan pupuk. Karenanya, Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga meminta agar petani mempercepat masa tanam, selagi ketersediaan air mencukupi.

Kepala Dinpertan Kabupaten Purbalingga, Mukodam, mengatakan, pada pertengahan bulan September kemarin, para petani mulai mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi, terutama jenis urea. Karenanya pihaknya langsung mengajukan kuota tambahan kepada gubernur Jateng dan Dinas Pertanian serta Perkebunan Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pertaian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga, Mukodam di kantornya, Senin (5/10/2020). Foto: Hermiana E. Effendi

“Pengajuan kita sudah disetujui dan bahkan kita mendapatkan alokasi tambahan pupuk urea melebihi yang kita ajukan. Kita mengajukan penambahan 3.265 ton urea dan disetujui 6.000 ton. Sehingga petani tidak akan lagi kekurangan pupuk, karena itu segera percepat masa tanam,” kata Mukodam, Senin (5/10/2020).

Mulai minggu depan, alokasi penambahan pupuk bersubsidi tersebut sudah didistribusikan ke kios-kios penjualan pupuk. Petani bisa membeli dengan menunjukkan kartu tani.

Lebih lanjut Mukodam merinci, untuk penambahan pupuk urea ada 6.000 ton, sehingga tahun ini total Purbalingga mendapatkan 16.000 ton pupuk urea. Sedangkan untuk pupuk bersubsidi jenis SP36 ada penambahan 96 ton, semula Purbalingga hanya mendapat 370 ton. Dan untuk pupuk bersubsidi ZA ada penambahan kuota 114 ton, sehingga total alokasi 466 ton.

Dengan adanya penambahan kuota pupuk bersubsidi tersebut, dipastikan stok pupuk di Purbalingga aman. Mukodam mengatakan, gerakan percepatan olah tanah dan tanam (PGOT) bisa segera dilakukan kembali.

“Sekarang masih sering turun hujan, jadi kita harapkan para petani segera mulai mengolah sawahnya, selagi masih cukup air dan stok pupuk juga sudah aman,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu petani di Purbalingga, Subekti mengatakan, saat ini ia sudah mulai mengolah lahan pertanian miliknya. Ia sengaja mempercepat masa tanam, setelah selesai panen, lahan langsung diolah.

“Kemarin sempat terpikir untuk menunda tanam, karena melihat kondisi di lapangan, pupuk langka. Tetapi setelah ada informasi dari kelompok tani bahwa akan ada penambahan alokasi pupuk subsidi, maka saya mulai mengerjakan lahan, sekarang sudah mulai digemburkan dan juga sudah menyemai bibit padi, jadi setelah ini bisa langsung tanam,” jelasnya.

Terkait kelangkaan pupuk yang kemarin sempat terjadi di Purbalingga, Subekti mengatakan, petani harus mulai menghemat pupuk, dalam arti tidak menggunakan pupuk secara berlebihan, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan saja. Karena jika pupuk cepat habis, maka petani sendiri yang akan repot.

Lihat juga...