Purbalingga Wajibkan Puskesmas Lakukan Tes PCR Tiap Hari

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purbalingga, drg. Hanung Wikantono di Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Senin (5/10/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

PURBALINGGA – Sebagai upaya jemput bola pencegahan Covid-19, Kabupaten Purbalingga memberlakukan aturan semua puskesmas wajib melakukan tes metode Polymerase Chain Reaction (PCR), minimal 8 orang setiap hari. Langkah ini dilakukan karena sampai hari ini baru 917 orang yang melakukan PCR di Purbalingga.

Jumlah tersebut masih jauh dari target yang ditentukan World Health Organization (WHO), tes PCR 1 orang per 1.000 penduduk.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purbalingga, drg. Hanung Wikantono, mengatakan, sampai akhir September kemarin, PCR d Purbalingga baru menjangkau 917 orang. Angka tersebut masih jauh dari target WHO.

“Mulai besok, semua puskesmas di Kabupaten Purbalingga diwajibkan melakukan tes PCR minimal 8 orang per hari,” kata Kadinkes, usai melakukan pemantauan posko penanganan Covid-19 di Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Senin (5/10/2020).

Lebih lanjut Hanung menjelaskan, jumlah puskesmas di Kabupaten Purbalingga ada 22, sehingga jika semua puskesmas melakukan tes PCR  8 orang per hari, maka dalam satu hari ada 178 orang yang sudah melakukan tes PCR. Dan dalam satu minggu, dengan asumsi jam kerja puskesmas 6 hari, yaitu Senin sampai Sabtu, maka total akan diperoleh 1.068 orang yang melakukan tes PCR.

Untuk sasaran tes PCR bisa dilakukan mulai dari tenaga kesehatan, orang yang datang memeriksakan diri dengan gejala mendekati Covid-19, pemeriksaan terhadap masyarakat di sekitar pasien positif Covid-19, terhadap karyawan pabrik dan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Hanung menyampaikan, Covid-19 bisa menjangkiti siapa saja, termasuk tenaga kesehatan, sehingga tes PCR untuk tenaga kesehatan secara berkala juga diperlukan.

Kadinkes menyebut, pada salah satu puskesmas, yaitu Puskesmas Pengadegan 3, mulai besok akan ditutup sementara, karena ada salah satu bidan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Sementara itu, sampai hari ini jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Purbalingga ada 185 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 41 orang masih menjalani perawatan, 2 orang meninggal dunia dan yang sudah dinyatakan sembuh 142 orang.

“Angka positif Covid-19 Purbalingga masih jauh di bawah kabupaten tetangga, kemungkinan karena tes PCR yang dilakukan masih sedikit, sehingga ke depan akan kita perbanyak tes PCR,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Pjs Bupati Purbalingga, Sarwa Pramana. Menurutnya, langkah untuk pencegahan penyebaran Covid-19, salah satunya adalah dengan memperbanyak tes PCR, guna menjaring para Orang Tanpa Gejala (OTG). Juga pendisiplinan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat.

“Selain 3M, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, kita juga harus melakukan 3T, yaitu testing atau pemeriksaan, tracing atau pelacakan dan treatment atau pengobatan,” pesannya.

Sarwa Pramana juga meminta, agar tim gugus tugas penanganan Covid-19 mewaspadai kerumunan di pasar-pasar tradisional, serta harus ketat dalam memberikan izin acara, terlebih acara yang menimbulkan kerumunan massa.

Lihat juga...