Puskesmas Ketapang Lakukan Sistem ‘Home Care’ Dampingi Lansia Produktif

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Puskesmas Rawat Inap Ketapang melakukan sistem kunjungan, pengobatan dan pendampingan di rumah (home care) bagi warga lanjut usia.

Samsu Rizal, Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang, Lampung Selatan menyebut, cara tersebut dipilih selama masa pandemi Covid-19.

Sistem home care dilakukan agar kesehatan para lansia tetap mendapat perhatian. Sebab sejak masa adaptasi kebiasaan baru (new normal) Posyandu lansia sementara dihentikan. Sebagai bagian dari masyarakat yang rentan terpapar Covid-19 aktivitas di luar ruangan, berkerumun dibatasi. Sistem home care oleh bidan, kader Posyandu lansia, agar lansia tetap produktif.

Bentuk pelayanan home care pada Posyandu lansia sebut Samsu Rizal, tetap menerapkan protokol kesehatan. Petugas yang datang untuk kunjungan (visite) wajib membawa sarung tangan, hand sanitizer, masker dan face shield. Saat home care lansia akan mendapat layanan pemeriksaan tensi darah, kesehatan fisik dan pendampingan psikologis.

“Sosialiasi kepada lansia diberikan oleh kader posyandu lansia agar tetap menjaga protokol kesehatan, rutin melakukan kegiatan olahraga mandiri serta menjaga asupan gizi melalui pola makan sehat dan seimbang,” terang Samsu Rizal, saat dikonfirmasi Cendana News di Ketapang, Jumat (9/10/2020).

Intervensi petugas kesehatan sebutnya, sangat penting agar lansia tetap produktif. Kegiatan selama berada di rumah menurut Samsu Rizal bisa dilakukan lansia dengan merawat tanaman, memelihara ikan. Sebagian lansia yang didampingi sebutnya, tetap dianjurkan melakukan kegiatan produktif sebagai bagian dari aktivitas fisik.

Pada kondisi normal Posyandu lansia dilakukan di balai desa dan tempat yang ditentukan. Selain itu para lansia kerap rutin melakukan kegiatan senam kesegaran jasmani rutin. Namun imbas Covid-19 aktivitas bagi lansia sementara dihentikan.

Bagi posyandu balita, ibu menyusui dan ibu hamil tetap berjalan normal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Posyandu lansia dijalankan dengan sistem home care agar tetap berada di rumah. Namun tetap bisa mendapat pelayanan kesehatan,” cetus Samsu Rizal.

Ponimin, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) sekaligus pendamping Bina Lanjut Usia (BKL) Ketapang mengatakan, Posyandu lansia sementara dihentikan. Penghentian tersebut menurutnya dilakukan pada kegiatan Posyandu yang rutin dilakukan pada balai desa. Namun sistem pelayanan home care tetap dilakukan.

Ponimin, Petugas Lapangan Keluarga Berencana Ketapang sekaligus pendamping Bina Keluarga Lanjut Usia saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (9/10/2020) – Foto: Henk Widi

Program bina lanjut usia sebutnya, tetap dilakukan dengan program peningkatan gizi, penanggulangan penyakit tidak menular. Perhatian bagi lansia sebutnya menjadi amanat bagi UU No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Para kader PLKB dan posyandu lansia wajib menjamin ketersediaan pelayanan kesehatan, memfasilitasi kelompok lansia.

“Koordinasi dengan Puskesmas melalui bidan desa, perawat dan dokter dilakukan agar lansia tetap mendapat pelayanan kesehatan,” cetusnya.

Ponimin melanjutkan, peran anggota keluarga bagi pelayanan kesehatan lansia sangat penting. Kepada setiap keluarga yang masih memiliki anggota lansia tetap diberi pendampingan. Dalam sejumlah kegiatan, anggota keluarga bisa menjadi pendukung  produktivitas lansia. Pengaturan pola makan, jaga aktivitas fisik sangat didukung peran keluarga.

Pendampingan lansia produktif sebut Ponimin, juga tak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik. Sejumlah lansia tetap harus mendapat pendampingan psikologis.

Cara yang dilakukan dengan memberikan fasilitas untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan menyulam. Pendampingan sekaligus menjadi cara agar lansia tetap merasa diperhatikan.

Lihat juga...