Raikkonen Bersiap Pecahkan Rekor Formula 1 di GP Eifel

Pebalap tim Alfa Romeo, Kimi Raikkonen, di sesi latihan Grand Prix Rusia, Sochi Autodrom. (25/9/2020) – Foto Ant

JAKARTA – Rekor baru Formula 1 siap dipecahkan di Grand Prix Eifel akhir pekan ini, di Sirkuit Nurburgring, Jerman. Dan kali ini bukan oleh Lewis Hamilton.

Di saat juara dunia enam kali itu akan kembali mencoba menyamai rekor 91 kemenangan sepanjang masa Michael Schumacher di Jerman, Kimi Raikkonen akan menjalani start Grand Prix ke-323 sepanjang karirnya. Jumlah yang menyamai rekor pebalap Brazil, Rubens Barrichello, di Rusia dua pekan lalu.

Pebalap berjuluk Iceman asal Finlandia itu menjalani debut F1 bersama Sauber pada 2001. Dan di usia 40 tahun sekarang ini, dia merupakan pebalap paling senior di grid, dan bakal menjalani balapan paling banyak di sejarah F1. Namun, Raikkonen, yang menjadi juara dunia pada 2007 bersama Ferrari, seakan tak mempedulikan angka-angka itu. “Rekor atau bukan, aku mendekati akhir pekan ini seperti yang lain, karena sekali kalian berada di mobil, itu kurang lebih sama,” kata pebalap Alfa Romeo itu, Kamis (8/10/2020) dini hari WIB.

Raikkonen menyebut, sudah beberapa kali membalap di Eifel. “Aku rasa aku bisa memenangi beberapa balapan, tapi kami cukup kurang beruntung saat itu, namun inilah balapan,” tandasnya.

Alfa Romeo juga akan mencuri perhatian di akhir pekan nanti, ketika mereka meminjamkan mobil C39 mereka untuk dibawa putra Michael Schumacher, Mick, di sesi latihan bebas pada Jumat (9/10/2020).

Mick akan menjalani debut F1 di sirkuit yang dekat dengan tempat tinggal ayahnya ketika kecil di Kerpen. Di mana sang juara dunia tujuh kali itu menang lima kali. Michael belum lagi keluar ke publik setelah mengalami cedera kepala karena kecelakaan ski pada 2013.

Pebalap muda Inggris, Callum Ilott, yang juga pebalap junior Ferrari dan saingan Mick dalam perebutan gelar Formula 2, akan turun di sesi latihan bersama tim Haas. Sementara itu Hamilton, yang pernah menang di Nurburgring bersama McLaren pada 2011 silam, akan menjadikan kemenangan ke-16 dari 90 yang ia raih selama kariernya.

Kalaupun kemenangan ke-91 belum tercapai, pebalap asal Inggris itu bisa memperpanjang rekor finis dengan poin menjadi 43 kali, podium ke-159 dan mungkin juga pole position ke-96. Nurburgring terakhir kali menjadi tuan rumah Grand Prix pada 2013, kala itu Sebastian Vettel memenangi gelar juara dunia keempatnya bersama Red Bull.

Cuaca buruk dan suhu trek yang dingin di musim gugur, bisa menjadi faktor yang tak terprediksi. Namun demikian, Hamilton selalu tampil bagus di balapan basah, ditambah Mercedes masih dominan di musim ini dengan memenangi delapan dari 10 balapan yang digelar, dan merebut pole position di semua balapan.

Hamilton juga merupakan peraih pole position terakhir di Nurburgring. Mercedes mendapati kejutan ketika turun di balapan kandang mereka di Hockenheim tahun lalu, di saat Hamilton finis P9 dan Valtteri Bottas menabrak pagar pembatas di balapan dengan kondisi hujan. Hamilton saat ini memuncaki klasemen pebalap dengan jarak 44 poin dari Bottas setelah 10 balapan. (Ant)

Lihat juga...