Ratusan Guru PAUD non-PNS di Sijunjung Didaftarkan Kepesertaan BPJamsostek

Kepala Kantor BPJamsostek cabang Solok, M Fanani (kanan), menyerahkam kartu kepesertaan kepada perwakilan guru PAUD di Sijunjung serta memberikan klaim jaminan kematian terhadap salah seorang guru SMP di Kabupaten itu, Kamis (22/10/2020) – foto Ant.

SIJUNJUNG – Pemerintah Kabupaten Sijunjung, Sumatera Utara (Sumut), mendaftarkan sebanyak 820 orang Guru PAUD, yang berstatus non Pegawai Negeri Sipil (PNS), sebagai peserta jaminan sosial BPJamsostek.

“Dengan adanya jaminan dan perlindungan sosial, tentunya para pekerja termasuk tenaga pendidik dan non kependidikan, serta siswa magang lebih merasa aman dan tidak perlu khawatir jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat bekerja”, kata Kepala Kantor BPJamsostek cabang Solok M Fanani, Kamis (22/10/2020).

Pihaknya akan memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh peserta non-ASN termasuk guru honorer. Risiko yang kemungkinan terjadi saat bekerja seperti sakit, pemutusan hubungan kerja, kecelakaan kerja, pensiun, hingga kematian, dipastikannya bebannya akan menjadi lebih ringan, jika terdaftar sebagai peserta BPJamsostek.

BPJamsostek disebutnya, hadir untuk memberikan kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Perlindungan yang diberikan adalah, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Pensiun (JP).

Jaminan perlindungan dasar berlaku juga untuk seluruh tenaga honorer juga magang dilindungi oleh BPJamsostek. “Upaya ini menandakan kehadiran negara di tengah-tengah guru honorer dan siswa magang untuk menjamin perlindungan dasar,” pungkasnya.

BPJamsostek menyerahkan kartu kepesertaan guru PAUD non-PNS secara simbolis saat pengukuhan sub gugus PAUD integratif Kabupaten Sijunjung, Kamis (22/10/2020). Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan menyerahkan secara simbolis, klaim jaminan kematian guru honorer di salah satu SMP di kab Sijunjung. (Ant)

Lihat juga...