Ribuan Santri di Banyumas Gelar Doa Tolak Bala Corona

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Seribu lebih santri di Kabupaten Banyumas, Senin (26/10/2020) menggelar doa bersama supaya pandemi Covid-19 cepat berlalu dari Banyumas. Kalangan pondok pesantren sangat terdampak dengan munculnya klaster pesantren, sehingga sampai saat ini beberapa pesantren masih menutup diri.

Salah satu santri yang juga panitia acara doa bersama, Mohammad Lukman, mengatakan di pondok pesantren tempatnya, yaitu Ponpes Nurul Iman, Kecamatan Karanglewas, total jumlah santri 490 orang, namun saat ini yang berada di pesantren hanya 100 santri.

Salah satu santri yang juga panitia acara doa bersama, Mohammad Lukman, di Alun-Alun Purwokerto, Senin (26/10/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

“Dampak pandemi luar biasa untuk kalangan pesantren, sejak muncul klaster pesantren di Kabupaten Banyumas, ratusan teman-teman kami dari luar Banyumas harus pulang kampung dan sampai saat ini belum kembali lagi, karena itu kami menggelar doa bersama ini, supaya pandemi Covid-19 ini cepat berlalu dari Banyumas dan kita bisa beraktivitas seperti biasa lagi,” tuturnya, Senin (26/10/2020).

Menurut Lukman, sebenarnya saat ini klaster pesantren berangsur mereda dan banyak santri yang sudah dinyatakan sembuh. Namun, sebagian masyarakat masih ada rasa kekhawatiran, bila berinteraksi dengan para santri, karena itu kalangan pesantren masih membatasi diri.

Dari 100 penghuni pondok pesantren Nurul Iman, lanjutnya, sudah dilaukan rapid test dan hasilnya tidak ada yang reaktif. Meskipun begitu, untuk kegiatan di luar pesantren masih dibatasi.

“Hari ini kita melakukan doa bersama dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, ada petugas yang melakukan pengukuran suhu tubuh saat santri datang dan hendak masuk ke lokasi doa bersama di Alun-Alun Purwokerto, kemudian para santri juga kita minta membawa tikar sendiri dan pengaturan jarak duduk dengan memperhatikan physical distancing,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Banyumas, Achmad Husein, yang hadir dalam doa bersama tersebut, mengatakan dampak pandemi memang luar biasa. Namun, para santri di Banyumas yang jumlahnya sangat banyak, sebagian besar saat ini dalam kondisi sehat. Hal ini membuktikan kalangan santri merupakan generasi muda yang tangguh, dan selalu menerapkan protokol kesehatan di mana pun mereka berada.

“Tolak bala dan doa bersama untuk Banyumas sehat dan kondusif  ini, semoga bisa menyatukan tekad kita bersama untuk tetap menjaga kondusivitas di tengah pandemi Covid-19, dan doa ribuan santri beserta para kiai dan ulama Banyumas, semoga diijabah oleh Alloh SWT dan pandemi cepat selesai di Banyumas,” kata Husein.

Lihat juga...