Ribuan Satlinmas Limapuluh Kota Dilatih Pengamanan TPS

Pembekalan kepada Linmas di Limapuluh Kota untuk dipersiapkan menjadi petugas pengaman Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat pemungutan suara Pilkada 2020 pada 9 Desember mendatang – Foto Ant

SARILAMAK – Sebanyak 1.399 personil Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendapastkan pembekalan pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Mereka akan bertugas saat pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Kepala Bidang Linmas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Limapuluh Kota, Edi Priatna mengatakan, pembekalan pengamanan TPS dilakukan secara bertahap. Hal itu untuk memenuhi ketentuan penerapan protokol kesehatan saat pandemi COVID-19. “Ada 1.399 linmas yang nantinya bertugas menjaga TPS saat Pilkada 2020 ini, dan saat pembekalan ini kami juga langsung melakukan penyerahan kepada pihak kepolisian,” kata Edi, Rabu (14/10/2020).

Kegiatan pembekalan saat ini baru berjalan untuk tujuh kegiatan. Sementara total jumlah kegiatan pembekalan yang dijadwalkan ada 22 kali kegiatan. “Kegiatannya direncanakan dilakukan atau dibagi menjadi 22 kegiatan, saat ini baru dilaksanakan sebanyak 7 kegiatan. Menjelang November 2020 sudah selesai,” ujarnya.

Hadir sebagai pemateri adalah jajaran, TNI, Polri, Camat, Satpol-PP dan KPU. Di Limapuluh Kota, masyarakat akan melakukan pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Sumbar dan Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Limapuluh Kota.

Komisioner KPU Kabupaten Limapuluh Kota, Amfreizer mengatakan, Satlinmas merupakan garda terdepanm dalam pengamanan TPS. Mereka adalah ujung tombak pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan saat hari pemilihan nantinya. “Untuk itu Satlinmas atau pengamanan TPS ini perlu diingatkan kembali terkait peranan tersebut. Semoga mereka dapat bertugas dengan baik dalam menjalankan tugasnya,” tandasnya.

Pembelajaran dari penyelenggaraan Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 lalu, seorang pengaman TPS tercatat berhasil menangkap seorang pemilih yang memilih lebih dari satu kali. “Ini salah satu bentuk pengamanan dapat dilakukan. Memang pengamanan tidak hanya berasal dari Linmas, bisa saja dari masyarakat yang ditunjuk oleh wali nagari,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...