Sajian Tempe Benguk Bacem, Lezat Disantap Saat Hangat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Tempe benguk merupakan salah satu bahan olahan makanan tradisional yang masih bisa ditemukan di pedesaan meskipun langka.

Supami Eva, salah satu warga Desa Brajayekti, Kecamatan Braja Selebah, Lampung Timur menyebut, tempe benguk jarang ditemui pada sejumlah pasar. Ia sendiri memilih membuat tempe berbahan kacang benguk.

Supami Eva, warga Desa Brajayekti, Kecamatan Braja, Selebah, Lampung Timur, mengolah tempe benguk yang dibacem sebelum digoreng, Sabtu (10/10/2020) – Foto: Henk Widi

Kacang benguk sebutnya, merupakan sejenis kacang koro yang tumbuh merambat. Kulitnya mengandung bulu dan bisa diolah sebagai sayuran. Saat kacang benguk dipanen dalam kondisi kering, ia mengolahnya menjadi tempe. Kacang benguk yang kerap dianggap beracun membuat pengolahan harus sempuna.

Menghilangkan racun pada kacang benguk sebelum diolah menjadi tempe maka ia akan merendam. Proses perendaman dilakukan menghilangkan aroma wengur dan kandungan racun. Berada di dekat sungai mengalir ia melakukan perendaman dalam wadah karung di dalam ember selama tiga hari. Perendaman menghilangkan kulit luar dan menyisakan biji kacang benguk.

“Harus direndam dan dibersihkan berulang dalam air, menghilangkan potensi kadar racun. Pengolahan ini jadi tradisi warisan orangtua yang berasal dari Wates Yogyakarta. Untuk memaksimalkan bahan pangan yang ada di kebun jadi olahan nan lezat,” terang Supami Eva, saat ditemui Cendana News di rumahnya, Sabtu (10/10/2020).

Bahan baku pembuatan tempe dari kacang benguk sebutnya, lebih murah dibanding kedelai. Tanpa harus membeli ia bisa membuat bahan makanan yang difermentasi dengan jamur kapang tersebut.

Ia kerap membuat tempe benguk sebanyak satu kilogram untuk konsumsi keluarga sebagian dijual. Meski proses pembuatan rumit tempe benguk jadi alternatif bahan pangan.

Usai perendaman selama tiga hari, kacang benguk yang dibersihkan akan difermentasi. Pemberian jamur kapang untuk pembuatan tempe bisa diperoleh dari tempe kedelai yang dijemur. Selanjutnya kacang benguk akan dibungkus memakai daun pisang untuk disimpan dalam wadah kedap udara.

“Kacang benguk yang telah direbus selanjutnya diberi jamur khusus untuk tempe, fermentasi sempurna butuh waktu empat hari, maka tempe benguk terbentuk,” beber Supami Eva.

Usai tempe benguk dibuat, ia kerap mengolah menjadi berbagai varian kuliner. Ia memilih membuat tempe benguk bacem yang selanjutnya akan digoreng sebagai lauk untuk menu makan.

Proses pembuatan tempe benguk bacem cukup sederhana. Bahan-bahan bumbu yang disiapkan meliputi merica, ketumbar, bawang merah, bawang putih, laos dan garam, daun salam, jahe.

Semua bahan yang telah dihaluskan selanjutnya dicampurkan dalam air mendidih di wajan. Tempe benguk yang telah disiapkan utuh akan dimasak dalam wajan dengan proses perebusan. Perebusan tempe benguk dengan beragam bumbu dilakukan selama kurang lebih setengah jam. Proses ungkep dengan perebusan bertujuan agar semua bumbu meresap.

“Saat diungkep tidak langsung dibuka namun dibiarkan uap air di dalam wadah agar meresap. Bisa disantap sesuai keinginan, dibacem atau digoreng,” cetusnya.

Tempe benguk bacem yang akan digoreng hanya cukup diberi bumbu penyedap rasa. Varian olahan memakai tepung crispi saat menggoreng sebut Supami Eva, jadi kesukaan bagi anaknya. Selain renyah dan gurih tambahan tepung krispi yang kerap dipakai untuk menggoreng ayam menjadikan tempe bacem goreng lebih menarik.

Supami Eva mengatakan, tempe bacem goreng cocok disajikan saat hangat. Setelah digoreng sebaiknya langsung disantap. Tempe bacem goreng lebih nikmat disajikan bersama sambal tomat dan terasi untuk lauk. Disajikan bersama berbagai jenis sayuran, rasa tempe benguk tidak kalah dengan tempe kedelai.

“Sensasi rasa renyah kacang benguk saat digoreng bisa jadi pilihan untuk lauk makan atau hanya sebagai camilan,” terang Supami Eva.

Sang anak, Heni Saputri, mengaku, kerap minta tempe benguk yang dibacem digoreng dengan tepung krispi. Rasa renyah menyerupai ayam goreng saat hangat membuat tempe tersebut jadi lauk makan nasi.

Heni Saputri, menikmati tempe benguk bacem yang telah digoreng untuk menu sarapan bersama dengan berbagai jenis sayuran, Sabtu (10/10/2020) – Foto: Henk Widi

Disajikan dalam kondisi hangat dengan cocolan sambal tomat, membuat ia lebih lahap saat menikmati menu sarapan pagi dan makan siang.

Selain digunakan sebagai lauk untuk makan, tempe bacem goreng sebut Heni Saputri, bisa jadi camilan. Tempe benguk bacem yang telah dimasak dengan proses ungkep juga bisa digoreng sewaktu-waktu. Tempe benguk goreng sebaiknya juga  langsung habis disantap dalam kondisi hangat. Dalam kondisi dingin tingkat kerenyahan akan berkurang.

Lihat juga...