Sampah Sisa Banjir di Kali Bekasi Capai 12 Kubik, Diangkat

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Tim Katak Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi, Jawa Barat, masih berjibaku membersihkan sampah yang menyumbat di beberapa titik aliran Kali Bekasi akibat banjir kiriman beberapa hari lalu. Volume sampah kiriman yang berhasil diangkut mencapai 12 kubik.

Saat ini kondisi aliran Kali Bekasi dinyatakan sudah kembali normal, meskipun masih tersisa sedikit hamparan sampah di beberapa titik terutama sekitar jembatan di kawasan Rawa Panjang.

Berbagai jenis sampah kiriman tersebut sudah dibersihkan oleh Tim Katak, seperti di jembatan, dan lainnya. Jenis sampah didominasi sampah bambu, pohon pisang dan pohon besar yang tumbang serta sampah streofoam menyangkut di kolong jembatan.

Warga pun berjibaku membantu Tim Katak LH Kota Bekasi. Mereka ikut mengumpulkan sampah bambu yang masih bisa digunakan untuk dimanfaatkan membuat pagar dan lainnya. Sementara sisanya langsung di bawa ke truk sampah untuk dibuang ke TPA Bantargebang.

“Volume sampah kiriman yang berhasil diangkut dari Kali Bekasi mencapai 12 kubik atau hampir empat truk. Saat ini tim masih bekerja membersihkan sisa sampah di Jembatan Kemang Pratama,” ungkap Mansur, koordinator Tim Katak kepada Cendana News, Rabu (28/10/2020).

Mansur, Koordinator Tim Katak, di lokasi pembersihan aliran sungai, Rabu (28/10/2020). -Foto: M. Amin

Dia memastikan beberapa titik sumbatan akibat tumpukan sampah sudah dibuka dan kembali normal. Hanya tinggal di beberapa titik lagi, tapi volumenya tidak banyak hanya sekitar Rawa Panjang masih tersisa tapi volume tidak banyak.

Menurutnya saat ini aliran Kali Bekasi sudah kembali normal. Sehingga tim Katak akan melanjutkan pembersihan sampah di aliran Kali Bekasi lagi pada Senin depan. Harapannya tentu tidak ada lagi sampah kiriman.

“Sampah kiriman sudah teratasi, aliran Kali Bekasi sudah kembali normal. Beberapa titik yang biasa menjadi tempat sampah mengendap sudah berhasil dibersihkan oleh Tim Katak,” tegas Mansur.

Dia juga memastikan bahwa beberapa titik lainnya bebas dari sampah seperti di bendung Koja aliran Sungai Cikeas biasa kerap terjadi tumpukan sampah dan lokasi sekitar wisata hutan bambu.  Namun demikian lanjutnya, beberapa titik sampah sudah dibuka.

Dikatakan sampah kiriman pasca-banjir sudah teratasi sudah tinggal beberapa titik lagi dan itu sudah tidak terlalu besar. Lokasi hutan bambu aman dan lainnya sudah normal. Sebagai langkah antisipasi pencegahan terjadi banjir apabila terjadi kiriman susulan mengingat cuaca di Bogor sudah memasuki musim hujan. Jika dibiarkan dikhawatirkan terjadi banjir susulan akibat luapan air.

Sebelumnya tim BBWS Ciliwung Cisande, bersama Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto sudah meninjau tiga lokasi tanggul yang melimpas air akibat hujan deras kemarin mengakibatkan debit air dari Kali Bekasi ke jalan Perumahan Kemang Pratama.

Ternyata limpasnya air di Kali Bekasi tersebut di sekitar komplek Kemang Pratama akibat adanya  mesin penyedot air yang terlihat ada di bantaran Kali Bekasi, sehingga membuat air tidak bisa mengalir dengan lancar dan areal mesin penyedot tersebut ditumpuki sampah.

Pemilik perusahaan yang mempunyai mesin penyedot itu diminta untuk segera diangkat, karena jika tidak diangkat akan membuat pengaliran air jadi tersendat. Tidak boleh ada bangunan berdiri ataupun hal lainnya di bantaran kali.

Lihat juga...