Sandiaga: UMKM Juru Selamat Perekonomian Indonesia

Editor: Koko Triarko

Pengusaha, Sandiaga Uno, pada diskusi virtual di Jakarta, Kamis (15/10/2020). -Foto: Sri Sugiarti

JAKARTA – Pengusaha, Sandiaga Uno, menegaskan usaha mikro kecil menengah (UMKM) terbukti sebagai juru selamat ekonomi Indonesia, yang berkontribusi 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Dan, diyakini pula di tengah pandemi Covid-19, UMKM akan bangkit menjadi pilar ekonomi menuju ‘Indonesia Emas’. 

“Saat ini, kita sibuk diskursus publik penciptaan lapangan kerja melalui Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Tapi sebetulnya yang menciptakan lapangan kerja di Indonesia adalah UMKM, terbukti 97 persen menyerap tenaga kerja, dan 60 persen kontribusi pada PDB,” ujar Sandi, pada diskusi virtual di Jakarta, Kamis (15/10/2020).

Di tengah badai Covid-19, Sandi optimis dengan kekuatan sistem digitalisasi yang mendorong roket UMKM bangkit kembali dan membuka lapangan kerja di berbagai sektor, termasuk bidang kesehatan.

Menurutnya, sektor kesehatan ini bukan hanya rehabilitatif dan kuratif, tetapi juga promotif serta preventif. UMKM akan masuk ke sektor itu untuk mencegah penularan penyakit, sehingga bangsa ini lebih berkembang.

“Promotif, mempromosikan gaya hidup sehat, olah raga, dan sebagainya. Ini adalah kesempatan buat UMKM,” jelas Sandiaga Uno, pendiri gerakan wirausaha OK OCE.

Menurutnya, semangat UMKM harus lari jarak jauh atau marathon. “Kita hadirkan suatu kesempatan UMKM untuk bangkit kembali menjadikan ekonomi Indonesia sebagai pilar ekonomi nomor 4 terbesar di dunia pada 2040,” imbuhnya.

Indonesia yang kaya sumber daya alam (SDA), sebut dia, sejak dulu diburu oleh negara seluruh dunia, seperti Portugis, Belanda, dan Spanyol. Negara tersebut ingin menguasai SDA Indonesia, salah satunya rempah-rempah.

Namun, kata dia, 5 abad setelah merdeka, Indonesia dikejar oleh suatu fenomena yang luar biasa untuk pasar dunia. Ini karena Indonesia memiliki potensi pasar yang luas.

Selain itu, sumber daya manusia (SDM) Indonesia juga memiliki nilai yang sangat tinggi. Hal inilah yang menurutnya harus diantisipasi, agar pasar kita menjadi modal ekonomi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

“Jangan jadikan kita hanya pasar, kita juga harus jadi produsen yang mengungguli dunia,” pungkasnya.

Lihat juga...