Sasimpok Pisang Camilan Tradisional Pengganti Sarapan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Buah pisang jadi salah satu bahan pembuatan kue tradisional yang kerap dipilih karena mudah diperoleh. Sasimpok pisang, salah satu camilan atau kue tradisional jadi alternatif untuk sarapan.

Pety, salah satu pedagang kue tradisional keliling menyebut melimpahnya hasil pertanian membuat wanita asal Rawa Rawa, Kalianda, Lampung Selatan itu mengolah pisang jadi varian kue yang beragam. 

Ciri khas sasimpok pisang sebutnya diolah dengan proses pengukusan bahan yang dibungkus memakai daun. Jenis yang digunakan diantaranya kepok manado, kapas, janten dan tanduk. Selain bahan utama, ia menggunakan beras, parutan kelapa, vanili, gula merah. Semua bahan akan dicampurkan secara bertahap.

“Pisang matang yang telah dikupas selanjutnya akan dihaluskan dengan cara diremas memakai tangan, meski berbentuk lembut namun masih ada tekstur buah pisang sebagai ciri khas sasimpok,” terang Pety saat ditemui Cendana News, Sabtu (24/10/2020).

Pety, warga Rawa Rawa, Kalianda, Lampung Selatan menjual sasimpok pisang dan beragam kue tradisional secara keliling memakai motor, Sabtu (24/10/2020). Foto: Henk Widi

Sasimpok yang jadi bagian kue tradisional khas Lampung sebutnya akan dibuat dengan campuran beras yang telah melalui proses perendaman agar lebih empuk. Bahan pisang yang telah dihancurkan dengan tangan selanjutnya akan diadon bersama beras, irisan gula merah, parutan kelapa, vanili. Proses pencampuran akan dilakukan secara manual memakai tangan.

Setelah semua bahan tercampur, adonan akan dibungkus memakai daun pisang. Satu bungkus diisi dengan dua hingga tiga sendok adonan. Setelah diberi adonan selanjutnya daun pisang dilipat berbentuk segi empat. Tanpa disemat memakai lidi, adonan sasimpok akan dilipat lalu disusun dalam dandang pengukusan.

“Sasimpok pisang yang telah terbungkus daun pisang selanjutnya disusun rapi untuk dikukus hingga matang,” terang Pety.

Selain kue tersebut ia juga membuat kue jejorong, naga sari, lemet, pisang goreng, gethuk lindri dan cenil. Gorengan bala bala, tahu isi, tiwul dan bolu kukus juga dijualnya. Sasimpok pisang dan berbagai jenis kue dijualnya mulai harga Rp2.000 per buah.

Winarso, warga Palas penyuka kue tradisional sasimpok pisang mengaku perpaduan beras, pisang jadi pengganti nasi. Ia kerap menikmati lembutnya tekstur sasimpok pisang bersama dengan cenil. Sebab cenil berbahan singkong juga memiliki nilai gizi yang baik.

“Mengolah pisang menjadi camilan jadi salah satu cara untuk menyajikan hidangan alternatif sarapan,” ujarnya.

Penyuka menu sasimpok pisang, Stevani, mengaku kerap membuatnya saat akhir pekan. Ia menyukai sajian sasimpok dalam kondisi hangat. Sebagai camilan alternatif sarapan bisa disajikan dengan segelas teh hangat.

Aroma khas vanili yang disertakan dalam pembuatan sasimpok pisang akan menambah selera makan. Perpaduan antara pisang dan beras dan bahan lain yang dikukus sebutnya mengurangi makanan berminyak. Ia juga memilih memakai daun pisang untuk bungkus karena lebih alami dan aroma makanan terjaga.

Lihat juga...