Satgas Nyatakan Ada Potensi Transmisi Lokal Covid-19 di Sikka

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Laboratorium biologi molekular RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mengumumkan dari 11 sampel swab yang diperiksa, 2 di antaranya dari Kabupaten Sikka dinyatakan positif Covid-19.

Kedua sampel swab ini berasal dari seorang mahasiswi dari Makasar yang sudah 3 bulan menetap di Kota Maumere, dan seorang lainnya merupakan pelaku perjalanan dari Kalimantan yang berdomisili di Desa Wolonterang, Kecamatan Doreng.

“Ada potensi transmisi lokal karena sebelumnya keduanya pernah melakukan kontak erat dengan siapa saja selama berada di Sikka,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, dalam konferensi pers, Kamis (1/10/2020).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus, saat konfernesi pers di Posko Covid-19, Kamis (1/10/2020) sore. -Foto: Ebed de Rosary

Petrus menyebutkan, sampel swab yang dikirim sebanyak 59 dan hingga kemarin, Rabu (30/9/2020), baru diperiksa 11 sampel, yang hasilnya 2 sampel positif Covid-19.

Ia mengatakan, satu sampel dari Desa Wolonterang, Kecamatan Doreng, merupakan pelaku perjalanan dari Kalimantan dan satunya lagi seorang mahasiswi yang memiliki KTP Kabupaten Ende dan berkualiah di Makassar, serta sudah 3 bulan tinggal di Maumere.

“Mahasiswi di Kelurahan Kota Uneng berpotensi transmisi lokal, karena saat penyelidikan epidemologi yang bersangkutan mengakui sudah berada di Sikka selama 3 bulan, dan hendak kembali ke Makassar,” ujarnya.

Petrus menjelaskan, mahasiswi ini dites swab karena yang bersangkutan ingin kembali ke Makassar, dan saat rapid test hasilnya reaktif, sehingga dilakukan swab dan hasilnya positif.

Tim Gugus Tugas sedang melakukan pendalaman di Kelurahan Kota Uneng, untuk melakukan penelusuran dan yang bersangkutan akan dijemput dan diisolasi mandiri di ruang isolasi belakang Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka.

“Sementara untuk pelaku perjalanan di Desa Wolonterang, akan dijemput untuk diisolasi di RS TC Hillers, karena yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit TBC,” terangnya.

Sementara itu Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, saat persemian IGD RS TC Hillers mengatakan, berdasarkan pelacakan yang dilakukan, dua warga yang pernah berinteraksi dengan 23 anggota Prabinsa Kodim 1603/Sikka juga tertular Covid-19.

Saat ini, kata Robi, sapaannya, sebanyak 23 Prabinsa tersebut saat ini sedang menjalani karantina terpusat di Gedung Sikka Convention Center (SCC) di Kota Maumere.

“Kami melakukan pemeriksaan terhadap 11 warga yang berinteraksi langsung dengan ke-23 anggota Prabinsa tersebut. Hasilnya, dua warga positif Covid-19, sehingga transmisi lokal sudah terjadi,” ucapnya.

Lihat juga...