Satu Tahun Berjalan, Unit Usaha DCML Cilongok Berkembang Menjadi 11 Macam

Editor: Mahadeva

BANYUMAS – Hanya dalam kurun waktu satu tahun, Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Cilongok, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas kini telah memiliki 11 unit usaha. Dari 11 unit usaha tersebut, sembilan jenis usaha sudah berjalan, dan dua lainnya masih dalam tahap persiapan.

Sembilan unit usaha yang sudah berjalan adalah, produksi gula kristal, gula kelapa, tepung tapioka, budidaya kambing saanen, lele, serta budi daya tanaman vanili, melon, semangka dan pakcoy. Sedangka dua unit usaha yang masih dalam persiapan yaitu, budi daya ikan nila dan pembukaan kafe di area demplot Cilongok.

Untuk usaha gula kristal, gula cetak dan tepung tapioka, sudah berhasil berproduksi beberapa kali. Di September, sudah mendapat pesanan tepung tapioka hingga 15 ton, dari salah satu perusahaan makanan di Semarang. Begitu juga dengan gula kristal, yang sudah mendapat order 15 ton dari salah satu perusahaan di Cibitung, Jawa Barat. Sedangkan untuk produksi gula cetak, hanya dipasarkan di sekitar Banyumas saja.

Kepala Unit Produksi Tepung Tapioka, Afrizal di demplot Cilongok, Sabtu (10/10/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Kepala Unit Produksi Tepung Tapioka, Afrizal mengatakan, dalam satu hari rata-rata memproduksi tiga ton singkong. Untuk produksi tepung tapioka, penyusutan bahan baku sampai 70 persen, sehingga dari 30 ton singkong yang diolah, akan didapatkan tepung tapioka sembilan ton. Untuk produksi tepung tapioka, ada empat orang pemuda Cilongok yang dipekerjakan. Ada yang ditempatkan pada bagian pengupasan singkong, pengayakan dan pengeringan. Peralatan yang digunakan sudah menggunakan mesin semua, sehingga mempercepat produksi,” jelas Afrizal, Sabtu (10/10/2020).

Sedangkan untuk gula kristal, dalam satu hari rata-rata memproduksi hingga 500 kilogram. Ada tiga orang pekerja yang terlibat dalam produksi gula kristal. “Untuk proses sortir, pengayakan hingga pengovenan, memakan waktu antara empat sampai lima jam. Lamanya proses pengovenan sangat bergantung dari kadar air di dalam gula. Proses pengayakan menggunakan mesin, begitu pula dengan proses pengovenan, sehingga tidak terlalu memakan waktu. Kita bisa memproduksi sampai 500 kilogram per-hari,” tuturnya.

Officer Development Program (ODP) Koperasi Bangun Sejahtera Mandiri (KBSM) bidang perikanan, Faozan Syafrudien mengatakan, kegiatan budi daya ikan nila akan dimulai minggu depan. Pihaknya sudah memesan bibit nila 5.000 ekor dari pasar lokal Banyumas. Ikan nila itu harganya bagus di pasaran dan peminatnya juga banyak, sehingga untuk pemasaran tidak akan kesulitan dan bisa mendapatkan harga yang bagus, terlebih di demplot ini pemeliharaanya dilakukan dengan baik,” pungkasnya

Lihat juga...