Sebagian Penumpang Masih Bingung Proses Pembelian Tiket Kapal di Bakauheni

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Sebagian calon penumpang kapal di pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) masih bingung dengan pembelian tiket online. Rensiati, penumpang asal Menggala menyebut selama pemberlakuan, ia baru kali pertama menyeberang. Belum memiliki aplikasi membuat ia memilih meminta bantuan petugas.

Tahun sebelumnya ia menyebut masih membeli tiket dengan sistem tunai. Migrasi pembelian sistem tunai ke nontunai sebutnya memudahkan penumpang untuk menyeberang. Sebab sejumlah lokasi penjualan tersedia di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).

“Saat pembelian tiket kapal secara online saya harus menyediakan KTP elektronik serta data diri lainnya sebagai manifest bagi penumpang kapal selanjutnya akan dicetak dengan bantuan petugas, baru saya mendapatkan tiket,” terang Rensiati saat ditemui Cendana News di Bakauheni, Sabtu (31/10/2020).

Rensiati menambahkan penggunaan uang elektronik memudahkannya untuk melakukan proses transaksi. Ia mengaku tidak bisa memilih kapal yang akan menyeberang dari pelabuhan Bakauheni ke Merak. Oleh petugas ia diarahkan menuju ke dermaga dua yang dilayani KMP Menggala.

Kebingungan proses pembelian tiket dialami juga oleh Sarjito. Warga asal Kalianda yang akan menuju ke Tangerang, Banten menyebut hanya membawa uang tunai. Keberadaan petugas penyedia uang elektronik memudahkan proses pembelian.

“Saat ini akhir pekan penumpang lebih lengang sehingga tidak berdesakan yang penting menjaga protokol kesehatan,” cetusnya.

Pembelian tiket yang sebelumnya memakai uang tunai berganti dengan uang elektronik memudahkan proses transaksi. Pilihan memakai fasilitas dermaga eksekutif dan reguler telah ditawarkan oleh petugas. Namun khusus untuk dermaga eksekutif ia harus menunggu jadwal keberangkatan setiap jam. Khusus kapal reguler setiap setengah jam kapal selalu tersedia.

Captain Solikin (kanan), General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang utama Bakauheni, Lampung Selatan saat mengecek peralatan cuci tangan di terminal eksekutif Bakauheni Lampung Selatan, Sabtu (31/10/2020). Foto: Henk Widi

Novialina, salah satu petugas loket menyebut sejak penerapan tiket online dominan warga terbiasa memakai aplikasi. Calon penumpang kapal yang akan menyeberang dengan memakai aplikasi lebih mudah untuk mencetak tiket di vending machine.

“Petugas akan membantu proses pembelian tiket dengan uang elektronik lalu diprint selanjutnya kertas akan discan pada alat pemindai,” bebernya.

Captain Solikin, General Manager PT ASDP Indonesia cabang utama Bakauheni menyebut migrasi tiket online telah berlangsung setahun terakhir. Penggunaan aplikasi memudahkan pengguna jasa dan menjadi cara pencegahan Covid-19.

“Aplikasi pembelian tiket memudahkan pemesanan sebelum jam keberangkatan sehingga mencegah antrian,” bebernya.

Saat libur panjang Maulid Nabi Muhammad dan cuti bersama ia menyebut lonjakan penumpang mencapai 100 persen. ASDP Indonesia mengoperasikan sebanyak 31 unit kapal dan sebanyak 7 dermaga. Kondisi cuaca yang bersahabat memperlancar pelayanan pelayaran dari pelabuhan Bakauheni menuju Merak.

Lihat juga...